Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

TKI Ilegal Marak, Imigrasi Pamekasan Terapkan Sistem Double Check

11 Februari 2019, 14: 44: 43 WIB | editor : Abdul Basri

SEPENUH HATI: Petugas saat melayani pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan.

SEPENUH HATI: Petugas saat melayani pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan. (Herlina Trisukma/RadarMadura.id/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Maraknya TKI ilegal membuat kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan selektif menerbitkan paspor. Terutama, pemohon yang beralasan mau berangkat umroh. Sebab, khawatir dijadikan alasan oleh pemohon untuk mendapatkan paspor.

Redi Restuanto, Kasubsi Teknologi Informasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian mengatakan, pemohon paspor saat ini didominasi mereka yang ingin umroh. Karena itu, institusinya sangat selektif. Terutama, bagi pemohon yang berusia 18-35 tahun, atau dikatakan masih usia produktif.

"Kita benar-benar ingin memastikan, apakah anak muda di usia produktif tersebut akan melakukan ibadah umroh. Atau beralasan umroh, tapi malah bekerja," katanya.

Khusus pemohon umroh usia produktif, kata Redi Restuanto, penelusuran dilakukan dengan sistem double check. Artinya, selain mengecek kelengkapan berkas pemohon, juga menelusuri kebenaran data ke biro travel yang memberi surat rekomendasi.

"Pertama, cek kelengkapan berkas dan memastikan benar akan umroh saat sesi wawancara. Kedua, langsung telepon direktur biro travel untuk memastikan orang tersebut akan berangkat umroh atau tidak," jelas Redi Restuanto.

Dijelaskan, jika nama pemohon tidak ada di daftar biro travel yang memberinya surat rekomendasi, maka paspor tidak akan diproses. Bahkan jika ada indikasi mengarah ke tindak pidana, akan dilaporkan ke polisi. "Kita gak mau asal-asalan menerbitkan paspor. Supaya gak ada TKI ilegal," paparnya.

Untuk pemohon paspor berusia lanjut yang hendak umroh, Redi Restuanto mengakui ada kebijakan dari pusat. Sebab, pemohon lansia tidak akan bekerja. "Kalau usia pemohon yang akan umroh 50 tahun lebih, kita langsung menerbitkan paspor," tegas Redi Restuanto. (Herlina Trisukma)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia