Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Ratusan Juta untuk Pelatihan Kerja

11 Februari 2019, 12: 07: 48 WIB | editor : Abdul Basri

SANTAI: Seorang perempuan duduk di depan di Balai Latihan Kerja Bangkalan kemarin.

SANTAI: Seorang perempuan duduk di depan di Balai Latihan Kerja Bangkalan kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Untuk menekan pengangguran di Kota Salak, pemkab kembali menjalankan program pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja. Anggaran yang disiapkan Rp 450 juta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Amina Rachmawati mengakui lembaganya menganggarkan ratusan juta untuk pelatihan dan keterampilan kerja. Program tersebut hanya diprioritaskan bagi yang masih usia produktif.

”Yang kita utamakan kepada anak-anak muda yang potensial, sesuai dengan keinginan dan keahlian mereka,” terangnya kemarin (10/2).

Meski demikian, disperinaker juga tidak mengesampingkan tenaga kerja yang tidak produktif. Amina mengaku semua masyarakat yang memiliki keinginan bisa mengikuti pelatihan kerja. ”Tetap memiliki peluang bagi mereka yang ingin menambah keterampilannya,” kata dia.

Setiap tahun disperinaker membuka lowongan pelatihan kerja. Masyarakat yang ingin mengikuti harus melengkapi beberapa persyaratan administrasi. ”Itu diumumkan terbuka, lewat online, nanti mereka datang ke kantor,” ujarnya.

Tujuan dari pelatihan tersebut untuk memberikan tambahan skill. Utamanya bagi mereka yang akan bekerja ke luar negeri atau perusahaan dalam negeri. ”Atau bisa juga untuk usaha mandiri,” sambungnya.

Amina belum bisa memastikan berapa kali pelatihan kerja itu akan dilaksanakan. Alasannya, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. ”Kita tdak bisa menghitung setahun berapa, tetapi kami akan berusaha akan mencari peluang agar masyarakat bisa mendapatkan pelatihan secara maskimal,” janjinya.

Pelatihan tenaga kerja tidak dipungut biaya alias gratis. Disperinaker juga mendaftarkan para peserta pelatihan untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. ”Kalau ada apa-apa ditanggung BPJS,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur meminta pemkab, dalam hal ini disperinaker untuk memaksimalkan program dan anggaran yang ada. Politikus PDI Perjuangan itu berharap, melalui pelatihan kerja itu bisa menekan pengangguran di Kota Salak. ”Anggaran yang tersedia itu dimaksimalkan,” pintanya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia