Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Sohib Terancam Pidana Mati

Buron Pembunuhan, Pemerkosaan, dan Perampokan Ditangkap

11 Februari 2019, 12: 05: 38 WIB | editor : Abdul Basri

BEJAT: Pelaku saat diamankan di Polres Bangkalan beberapa waktu lalu.

BEJAT: Pelaku saat diamankan di Polres Bangkalan beberapa waktu lalu. (POLRES BANGKALAN For RadarMadura.id)

BANGKALAN – Polres Bangkalan menepati janjinya untuk menuntaskan kasus perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang, Kwanyar. Buron kasus tersebut ditangkap. Yakni, Moh. Sohib, 46, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar yang kabur sejak 2017 silam.

Penangkapan bermula saat Unit Opsnal Polres Bangkalan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Sohib berada di pinggir jalan raya Desa Kwanyar, Jumat (8/2) sekitar pukul 18.00. Polisi lantas mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan.

Pelaku sempat melakukan perlawanan kepada petugas. Polisi akhirnya menembak Sohib. Timah panas tepat bersarang di kaki pelaku. Setelah dilumpuhkan, dia lalu dikeler menuju Polres Bangkalan.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap empat pelaku lainnya. Yakni, Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer. Serta Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat. Semuanya berasal dari kecamatan Kwanyar. Mereka telah divonis hukuman mati.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso mengatakan, sudah beberapa kali melakukan penggerebekan di rumah Sohib. Namun, polisi selalu pulang dengan tangan kosong.

Kendati demikian, petugas terus berusaha untuk mencari informasi keberadaan Sohib. ”Setelah beberapa tahun jadi buronan, Sohib bisa kita amankan,” terangnya kemarin (10/2).

Wiji menegaskan, polres tidak memiliki tunggakan kasus dugaan perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang. Sebab, semua pelaku berhasil diamankan. ”Usaha keras kita berbuah manis, pelaku bisa kita amankan,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Modung dan Tragah mengungkapkan, Sohib dijerat pasal 340 KUHP dan/atau pasal 339 KUHP. Serta pasal 365 ayat 1, ayat 2 ke-2, ke-3, dan ke-4 KUHP jo pasal 80 ayat 3 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2015 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pelaku diancam pidana mati. ”Kasus itu besar dan keji. Jadi setimpal kalau diancam hukuman mati,” tegasnya.

Untuk diketahui, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang, Sabtu (22/7/2017). Polisi berhasil menciduk para pelaku pembunuhan ABG asal Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah itu. Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh kelima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia