Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

BNNP Lepas Dua Warga Sokobanah

Hanya Pasutri Tersangka

11 Februari 2019, 11: 55: 47 WIB | editor : Abdul Basri

BNNP Lepas Dua Warga Sokobanah

Share this      

SAMPANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) akhirnya melepas dua orang asal Sokobanah yang diamankan, Sabtu (2/2) lalu sekitar pukul 16.00. Hanya dua orang yang ditetapkan tersangka penyalahgunaan narkoba.

Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Aldo dan Erlin, warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah. Keduanya diduga kuat sebagai bandar dan memiliki sabu-sabu 18 kilogram.

Kasi Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra menegaskan, pihaknya tidak memiliki cukup bukti untuk menetapkan Andi dan Anton yang ditangkap bersamaan dengan pasutri itu sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya tidak memiliki kaitan dengan jaringan narkoba tersebut.

”Dua tersangka itu kami lepas, karena kami tak memiliki cukup bukti untuk menjerat dua orang itu,” ungkap dia kemarin (10/2).

Pada saat penangkapan, Andi dan Anton memang berada di rumah pasutri tersebut, sehingga juga ikut diamankan. ”Memang masih memiliki hubungan keluarga dengan tersangka Aldo dan Erlin,” ujarnya.

Namun, jika kemudian hari hasil penyelidikan lanjutan mengarah pada bukti baru dan kuat untuk menetapkan keduanya tersangka, akan ditangkap lagi oleh BNNP. Saat ini keduanya sudah dikembalikan ke tempat tinggalnya. ”Kami lepas, kami kembalikan” ujarnya.

Saat ini BNNP fokus melakukan pengembangan terhadap jaringan dari pasutri tersebut di Kabupaten Sampang. Sabu-sabu setelah sampai di Sampang ini diedarkan ke mana saja. ”Banyak yang kami target di Sampang ini,” kata Wisnu.

 Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bira Tengah Martuli belum mengetahui secara pasti keberadaan dua warganya. ”Informasinya memang dilepas dua orang,” ujarnya.

Selama ini dia memang tidak terlalu ikut campur terhadap bisnis warganya. Sebab, fokus pada pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta keamanan desanya.

”Kami baru percaya kalau ada warga saya terlibat jaringan bisnis narkoba luar negeri setelah ditangkap oleh BNNP itu,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia