Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Minta Gudang Beku Segera Dioperasikan

Nelayan Panen Ikan, tapi Harga Jual Murah

10 Februari 2019, 14: 46: 19 WIB | editor : Abdul Basri

DEMI KELUARGA: Nelayan yang baru datang melaut menambatkan perahu di Pelabuhan Dungkek kemarin.

DEMI KELUARGA: Nelayan yang baru datang melaut menambatkan perahu di Pelabuhan Dungkek kemarin. (DAFIR/RadarMadura.id)

SUMENEP – Keinginan nelayan untuk mendapatkan harga jual ikan mahal belum dirasakan. Hingga kini, ikan masih dibeli dengan harga miring. Bahkan sangat murah dan tidak menguntungkan bagi nelayan.

Junaidi, nelayan asal Kecamatan Dungkek, mengutarakan, saat ini musim tangkap ikan. Namun, ketika ingin menjual hasil tangkapan, justru dibeli dengan harga murah. Jalan satu-satunya Gudang Beku Terintegrasi atau Integrated Cold Storage (ICS) harus dioperasikan.

Apalagi, kata dia, tujuan awal gudang di Desa Longos, Kecamatan Gapura, itu untuk menstabilkan harga ikan milik nelayan. ”Kalau ikan teri, 1 kg kadang hanya Rp 17 ribu. Ini kan tidak menguntungkan bagi nelayan,” kata dia kemarin (9/2).

Menurut dia, andai saja ICS ini dioperasikan, pengelola bisa membeli ikan dengan harga mahal. Sebab, gudang ICS hadir untuk memperbaiki harga ikan milik nelayan. Ketika hasil tangkapan ikan melimpah ruah, harga tetap stabil.

Tetapi, yang terjadi sekarang sebaliknya. Harga ikan justru murah. Hal itu sangat merugikan nelayan. ”Pokoknya, gudang ICS ini diharapkan segera dioperasikan,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arief Rusdi mengatakan, pengoperasian ICS menjadi kewenangan pengelola. Informasi yang diterima, tidak akan lama lagi ICS dimanfaatkan. Sebab, ICS itu sudah menjadi wewenang PT Perikanan Nusantara (Perinus), perusahaan milik BUMN. 

”Pihak pabrik menggunakan mesin baru. Maka, perlu diuji coba terlebih dahulu. Juga perlu penataan-penataan di sana. Termasuk tenaga teknis dan lainnya,” terangnya. 

Wabup Sumenep Achmad Fauzi menyatakan, hadirnya gudang ICS ini memberikan kesempatan kepada nelayan untuk lebih merdeka dalam menjual ikan. Tidak perlu pakai calo atau makelar yang selama ini terjadi. ”Nelayan bisa lagsung masuk gudang. Tanpa calo-calo atau makelar. Kita berikan kesempatan nelayan sejahtera,” jelasnya.

Pemkab Sumenep sudah melakukan MoU dengan PT Perinus pada Kamis (24/1). Bentuk kerja sama tersebut dalam rangka pemanfaatan gedung beku. 

(mr/daf/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia