Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Ratusan Perusahaan Mokong, Tidak Gaji Karyawan Sesuai UMK

10 Februari 2019, 14: 37: 15 WIB | editor : Abdul Basri

Ratusan Perusahaan Mokong, Tidak Gaji Karyawan Sesuai UMK

PAMEKASAN – Tingkat kepatuhan perusahaan terhadap aturan pembayaran gaji karyawan masih rendah. Terbukti, ratusan perusahaan tidak membayar gaji karyawan sesuai upah minimum kabupaten (UMK).

Kepala Disnakertrans Pamekasan Arief Handayani mengatakan, ada sekitar 400 perusahaan yang terdaftar. Terdiri atas perusahaan lokal, regional yang bercabang di Pamekasan, dan badan usaha milik negara (BUMN). Namun, tidak semua perusahaan mematuhi aturan dalam hal pemberian gaji karyawan.

Sekitar 200 perusahaan, khususnya perusahaan lokal, membayar gaji karyawannya di bawah UMK. Padahal, dalam undang-undang ketenagakerjaan, perusahaan dilarang membayar gaji di bawah UMK.

Menurut Arief, perusahaan sulit membayar gaji karyawan sesuai ketentuan karena pendapatan rendah. Berbeda dengan perusahaan di kota besar. Pendapatannya tinggi. Dengan demikian, pembayaran gaji sesuai UMK dapat dipenuhi. ”Rata-rata perusahaan lokal tidak menggaji karyawannya sesuai UMK,” katanya kemarin (9/2).

Arief menyampaikan, UMK Pamekasan ditetapkan Rp 1.763.267,65. Meski digaji di bawah nominal tersebut, sampai sekarang belum ada pengaduan atau laporan secara hukum. Karyawan sebenarnya bisa mengadukan perusahaan tempat bekerja yang tidak mengeluarkan gaji sesuai UMK. Perusahaan dapat dikenakan sanksi karena melanggar aturan.

Perusahan lokal rata-rata dalam skala kecil. Di antaranya, rekanan, pabrik kecil hingga usaha pertokoan. ”Kami terus mengimbau kepada pengusaha agar memberikan upah layak bagi karyawannya,” kata Arief.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, pemerintah harus melindungi karyawan. Termasuk, dari perlakuan pengusaha dalam pemberian upah.

Pemerintah harus bisa mengintervensi pengusaha agar mematuhi aturan. Jika tidak patuh, harus dipertimbangkan pemberian izinnya.  ”Karyawan berhak mendapat upah layak,” tandasnya. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia