Sabtu, 25 May 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Program KIA Tunggu PAK

10 Februari 2019, 14: 17: 49 WIB | editor : Abdul Basri

GENERASI EMAS: Siswa TK Kartika bermain di halaman sekolahnya di Jalan Veteran kemarin.

GENERASI EMAS: Siswa TK Kartika bermain di halaman sekolahnya di Jalan Veteran kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum menjalankan amanat Permendagri 2/2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA). Dispendukcapil beralasan tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan itu. Penerbitan dokumen anak tersebut tidak masuk dalam APBD 2019.

Kepala Dispendukcapil Rudiyanto mengatakan, untuk melaksanakan amanat Permendagri baru bisa jika dimasukkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK). ”Kisaran Agustus atau September,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (9/2).

KIA diperuntukkan kepada anak yang belum berusia 17 tahun. Dengan program KIA, validitas data kependudukan akan menjadi lebih terjamin. Dengan begitu, pertambahan jumlah penduduk juga dapat diketahui. ”Syarat utamanya akta kelahiran,” terangnya.

Sebelum menjalankan program KIA, pihaknya mengaku mendorong masyarakat agar memiliki akta kelahiran. Termasuk bagi yang masih anak-anak. ”Karena akta itu prasyarat memiliki KIA,” kata Rudi.

Penggunaan KIA sangat bermanafaat kepada anak. Terutama dalam hal pelayanan publik. Sebab, pelayanan publik lebih banyak yang membutuhkan KTP. Sementara kartu kependudukan itu hanya dimiliki warga yang sudah berusia di atas 17 tahun. ”Misalkan mau buat rekening, kan syaratnya KTP. Bagi anak nanti cukup dengan KIA, pengembangan KIA luas,” sambung dia.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim Pranoto meminta dispendukcapil lebih giat mendorong masyarakat untuk lebih sadar administrasi. Terutama berkaitan dengan akta kelahiran. ”Akta digenjot karena itu menjadi salah satu syaratnya,” pintanya.

Agus menyarankan dispedukcapil menggandeng pemerintah tingkat desa. Sebab, masih banyak yang perlu diperbaiki berkaitan dengan data kependudukan. ”Utamanya yang desa-desa dan jauh dari perkotaan,” katanya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia