Rabu, 24 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Features

Tiga Tahun Mangkrak, Pengelolaan Bus Bakal Diambil Alih BUMD

10 Februari 2019, 13: 59: 21 WIB | editor : Abdul Basri

KURANG BERMANFAAT: Pengendara motor lewat di dekat garasi bus operasional Dishub Bangkalan kemarin.

KURANG BERMANFAAT: Pengendara motor lewat di dekat garasi bus operasional Dishub Bangkalan kemarin. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Bus operasional yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan sudah lama mangkrak. Hanya beberapa unit bus saja yang dimanfaatkan untuk operasional pelajar.

BADRI SETIAWAN, Bangkalan

BUS operasional yang ada di Dishub Bangkalan ada sepuluh unit. Plt Kepala Dishub Bangkalan Moh. Saad Asj’ari menyampaikan, dalam waktu dekat bus yang sudah lama dikandangkan itu akan diserahkan ke badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PD Sumber Daya.

”Belum kami ketahui pasti berapa bus yang akan dikelola BUMD. Masih dalam tahap pembicaraan,” katanya kemarin (9/2). Pekan depan rencana penyerahan bus operasional tersebut akan dirapatkan dengan PD Sumber Daya.

Bus operasional yang ada di dishub itu diakui terkesan mubazir. Untuk itu, pihaknya berupaya melakukan optimalisasi pemanfaatan aset untuk pelayanan masyarakat. ”Akan kami rapatkan lagi untuk mematangkan pengelolaan bus ini,” ujar abdi negara yang juga menjabat kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan itu.

Sebelumnya, pengoperasian bus dikhawatirkan berdampak pada sepinya penumpang mobil penumpang umum (MPU). Atas pertimbangan itu, pengoperasian bus urung dilakukan. Hanya dua bus yang dioperasikan untuk angkutan pelajar. Itu pun trayeknya hanya untuk kawasan perkotaan.

Menurut Saad Asj’ari, rencana pemanfaatan bus operasional oleh BUMD sudah melalui proses kajian mendalam. Pengalihan pengelolaan bus sudah final.

Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan Joko Supriyono membenarkan PD Sumber Daya akan mengelola bus operasional yang ada di dishub. Bus tersebut akan dihibahkan ke BUMD. Jika sudah diserahkan ke BUMD, akan dikomersialkan.

Pengelolaan bus sepenuhnya akan menjadi kewenangan PD Sumber Daya. Namun dua bus operasional dimanfaatkan untuk angkutan pelajar. Bisa jadi, kata Joko, dua bus untuk operasional sekolah tidak akan diambil oleh PD Sumber Daya.

Sisanya, delapan bus akan dimanfaatkan untuk dikomersailkan. ”Yang delapan bus untuk angkutan. Tapi sebenarnya penentuan jumlah yang akan kami kelola belum ditentukan,” ujar dia.

Setelah diserahkan, PD Sumber Daya akan mengatur trayek pengoperasian bus. Trayek yang memungkinan untuk dipilih yakni Bungurasih–Surabaya–Tangkel dan Burneh–Kota Bangkalan. Trayek yang dipilih nantinya tidak hanya untuk kawasan Bangkalan saja.

Pemilihan trayek ditujukan untuk melayani penumpang asal Madura atau orang yang akan ke Madura tapi kesulitan mendapat tumpangan. Namun pemilihan trayek tersebut masih sebatas opsi. ”Kami perlu jaga agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Kami akan ambil jalan tengah. Kemungkinan awal Maret bus sudah beroperasi,” kata Plt Direktur PD Sumber Daya itu.

Selain urusan trayek, bus-bus yang ada di dishub perlu diubah menjadi pelat kuning. Untuk itu, pengalihan pengelolaan perlu pembahasan lebih lanjut dengan dishub. Untuk mengelola, PD Sumber Daya tidak perlu penyertaan modal berupa bus. Menurut dia, secara aturan cukup dihibahkan ke BUMD. ”Mudah-mudahan dengan dikelola BUMD bisa berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Tidak mangkrak lagi,” tandasnya.

Untuk diketahui, pengadaan sepuluh bus tersebut menelan anggaran Rp 5,3 miliar. Anggaran pengadaan empat unit bersumber dari APBD Bangkalan. Sedangkan enam bus dari dana alokasi khusus (DAK). Aset transportasi milik Pemkab Bangkalan itu dianggarkan pada 2015. 

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia