Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pembangunan Jalur Lingkar Utara Buram

09 Februari 2019, 14: 20: 40 WIB | editor : Abdul Basri

TITIK NOL: Pengendara berada di pertigaan Pasar Pao, Desa Parsanga, Kota Sumenep, kemarin. Pertigaan ini rencananya akan dijadikan titik nol pembangunan jalur lingkar utara.

TITIK NOL: Pengendara berada di pertigaan Pasar Pao, Desa Parsanga, Kota Sumenep, kemarin. Pertigaan ini rencananya akan dijadikan titik nol pembangunan jalur lingkar utara. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Tahun ini Pemkab Sumenep berencana membangun jalur lingkar utara. Proyek tersebut telah dianggarkan melalui APBD 2019. Anggarannya pun cukup besar, yakni Rp 15 miliar.

Akan tetapi kapan jalur lingkar utara itu akan dimulai pembangunannya masih buram. Sebab, sampai saat ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep belum melakukan lelang. Hingga kemarin proyek tersebut belum tayang di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Mohammad Jakfar mengakui pihaknya belum melakukan proses lelang. Tetapi, pihaknya telah menyiapkan tahapan lelang. ”Lingkar utara tahun ini dianggarkan. Sebentar lagi akan kami masukkan ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk dilelang,” kata Jakfar.

Jalur lingkar utara yang akan dibangun pemkab sekitar 1,6 kilometer dengan lebar 8 meter. Selain pengaspalan, PU bina marga akan membangun jembatan di jalur lingkar utara. Anggaran jembatan ini menjadi satu kesatuan dengan pembangunan jalan raya.

”Kami berharap pengembangan kota beralih ke arah utara. Sebab daerah selatan merupakan lahan pertanian yang sebagiannya beririgasi teknis,” jelasnya. ”Kalau pengembangan kota terus ke selatan, lahan pangan akan berkurang. Padahal jumlah penduduk terus berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyebutkan, pembangunan jalur lingkar utara diproyeksikan untuk membangkitkan pusat-pusat ekonomi baru. Jika selama ini pembangunan kota mengarah ke selatan dan ke barat, ke depan di wilayah utara diharapkan bisa bangkit.

Dengan dibangunnya infrastruktur yang memadai, akan muncul pusat-pusat bisnis baru di wilayah utara. ”Di situ nanti akan muncul perumahan-perumahan baru, pusat-pusat ekonomi, dan sebagainya,” harapnya. 

(mr/mam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia