Rabu, 24 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Features

Kaget Saldo Tunjangan Hangus sebelum Cair

08 Februari 2019, 11: 17: 45 WIB | editor : Abdul Basri

BERMASALAH: Abdul Wafi menunjukkan buku tabungan dan berkas BTN milik Yenni Tri Yulianti Anggraini yang diterima dari Kemenag Sampang kemarin siang.

BERMASALAH: Abdul Wafi menunjukkan buku tabungan dan berkas BTN milik Yenni Tri Yulianti Anggraini yang diterima dari Kemenag Sampang kemarin siang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Pendapatan guru non pegawai negeri sipil (PNS) tidak sebanding dengan tugas yang diemban. Masih ada persoalan dalam pencairan tunjangan yang diterima.

DARUL HAKIM, Sampang

YENNI Tri Yulianti Anggraini terkejut ketika mengetahui saldo di tabungannya kosong. Padahal, saat itu dia ingin mencairkan tunjangan dirinya sebagai guru tidak tetap (GTT). Usaha memproses ke Kemenag dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga belum membuahkan hasil.

Perempuan 34 tahun itu datang ke Kota Sampang bersama suaminya, Abdul Wafi, 35.  Warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, itu ingin mengurus tunjangan ke BTN dan Kementerian Agama (Kemenag).

Wafi menerangkan, istrinya mengajar di MI Raudhatul Islam di Desa Sokobanah Tengah. Jumat (11/1), semua guru dan kepala sekolah rombongan ingin mengambil tunjangan itu. Namun, Yenni tidak bisa ikut serta karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Selasa (22/1) Yenni mengajak sang suami mendatangi Kemenag Sampang untuk mengambil gaji.

Setelah Yenni tanda tangan, pegawai Kemenag menerangkan meskipun melakukan penarikan di ATM bersama di daerah pantai utara (pantura) bisa. Tidak ada masalah. Mereka mengiyakan keterangan itu dan langsung pulang. Tidak mengecek saldo di ATM di Sampang.

”Setelah tiba di Ketapang saya cek. ATM ada dua. ATM insentif dan ATM fungsional. Kalau insentif setiap bulan ada Rp 300 ribu. Sedangkan ATM fungsional ketika dicek tidak bisa. ATM terblokir,” jelasnya kemarin (7/2).

Jumat (25/1) pihaknya mendatangi BTN di Sampang dengan niatan mencetak buku tabungan. Ternyata, saldo yang semula Rp 3 juta sudah dicairkan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) selama dua kali.

”Yang diambil melalui ATM Minggu (13/1). Pertama dicairkan Rp 1.250.000. Kedua diambil Rp 1,5 juta,” paparnya. Setelah menge-print buku tabungan, pihaknya kembali lagi ke Kantor Kemenag. Saran seorang pegawai Kemenag Wafi meminta sabar. Uangnya dipastikan kembali. ”Masalahnya karena saya jauh,” ungkapnya.

Wafi juga langsung menemui petugas yang sebelumnya memberikan buku tabungan beserta ATM-nya. Orang itu mengajak ke BTN. ”Saya tadi (kemarin, Red) mendatangi bank. Katanya masih mau diproses satu per satu supaya diketahui siapa yang mengambil dan melewati bank apa,” tuturnya.

Pihaknya sudah empat kali memproses. Namun, belum ada kepastian. Dia ingin mengambil hak istrinya itu sebagaimana yang diterima guru lain. Guru non-PNS seperti istrinya hanya mendapatkan sekali dalam setahun, masih bermasalah. ”Tolong diperhatikan,” tegasnya.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sampang Mawardi membenarkan tunjangan milik Yenni bermasalah. Kemungkinan uang ditransfer kepada penerima di Kecamatan Sreseh. ”Bisa jadi memang ketukar,” ujarnya.

Pihaknya juga menerima laporan ada beberapa penerima yang saldonya dobel. Kemungkinan karena sistem error. Saking banyaknya penerima yang diproses. Akhirnya diproses ulang. ”Besok (hari ini, Red) akan diproses oleh pihak bank,” tandasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia