Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jaksa Akan Hadirkan Lima Saksi

Dalam Sidang Pembunuhan Berencana

06 Februari 2019, 04: 35: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Jaksa Akan Hadirkan Lima Saksi

Share this      

SAMPANG – Sidang pembunuhan berencana yang diduga dilakukan Idris terhadap Subaidi akan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sampang hari ini (6/2). Agendanya pemeriksaan saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) kejari akan menghadirkan lima orang saksi.

Jaksa Anton Zulkarnaen mengutarakan, saksi yang belum diperiksa dan dihadirkan ke persidangan tersisa 10 orang. Menurut dia, sesuai petunjuk dari majelis hakim, pada sidang perdana, 10 saksi tersebut diupayakan diselesaikan dalam dua kali agenda sidang. ”Sidang besok (hari ini, Red) kami memanggil lima saksi untuk hadir ke persidangan,” ungkap dia kemarin (5/2).

Anton menyatakan, tidak berpatokan pada surat pemanggilan yang sudah dilayangkan. Sebab, jika semua unsur saksi hadir ke persidangan, tidak menutup kemungkinan untuk langsung dimintai keterangan juga.

”Secara lisan kami sudah sampaikan kepada pihak keluarga supaya semua unsur saksi hadir ke sidang besok,” ujarnya.

Dijelaskan, jika pemeriksaan saksi sudah selesai, akan dilanjutkan ke agenda sidang tuntutan. Menurut dia, untuk sidang pembacaan tuntutan paling lambat digelar dua minggu lagi jika tidak ada kendala. ”Total saksi itu dua belas orang. Dua sudah diperiksa, sisa sepuluh orang,” imbuhnya.

Salim Segav selaku juru bicara (jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) mengingatkan supaya kasus tersebut ditangani secara profesional. Dengan begitu, stigma mengenai hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas di masyarakat perlahan terhapuskan. ”Ikaba berkomitmen untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Pihaknya sejak awal memberikan warning supaya polisi, kejaksaan, dan pengadilan tidak main-main dalam menangani kasus tersebut. Utamanya, yang berkaitan dengan penerapan pasal yang berdampak pada hukuman yang akan diterima terdakwa. ”Tiap sidang, Ikaba pasti hadir untuk mengawal,” sambungnya.

Untuk diketahui, Idris, 31, menembak Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, pada Rabu, 21 November 2018, pukul 11.00. Lokasinya di Jalan Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah.

Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Tamberu dan dirujuk ke RSUD Pamekasan. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Dia meninggal pukul 02.30 Kamis (22/11) di Surabaya. Sore harinya sekitar pukul 17.00, Idris menyerahkan diri ke Polres Sampang. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia