Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Hanya Tahan Satu Tersangka

Kejari Minta Penyidik Polres Periksa PPK

05 Februari 2019, 02: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Kejari Minta Penyidik Polres Periksa PPK

Share this      

SAMPANG – Penanganan kasus proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 2 Ketapang yang ambruk pada 2017 berlanjut. Sejauh ini polisi hanya menetapkan dan menahan satu tersangka, yakni Abd. Azis.

Berkas perkara yang sudah diproses dan diselesaikan oleh penyidik Polres Sampang hanya milik seorang tersangka. Akibatnya, setelah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, berkas itu dikembalikan lagi kepada penyidik polres.

Alasan kejari mengembalikan berkas perkara tersebut di antaranya masih banyak saksi yang belum diperiksa dan dimintai keterangan. Misalnya, PPK, konsultan pengawas, dan perencanaan belum diperiksa.

”Sudah sebulan lebih berkas itu yang dikembalikan ke penyidik polres. Sampai sekarang tidak ada berkas masuk lagi ke kami,” kata Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (4/2).

Seorang tersangka yang diproses yakni pemilik CV Amor Palapa yang meminjamkan CV-nya untuk proyek tersebut. Padahal pemilik CV itu tidak tahu-menahu terhadap pelaksanaan proyek. ”Setelah kami pelajari berkasnya, pemilik CV hanya menerima imbalan uang dari peminjam CV,” ungkapnya.

Anehnya, dua tersangka lain yang statusnya sebagai pelaksana pertama dan pelaksana kedua sampai sekarang berkas perkaranya belum jelas. Karena itu, pihaknya menyarankan supaya berkas kasus tersebut dilengkapi terlebih dahulu.

”Kalau belum lengkap tidak bisa disidangkan. Kami sudah memberikan petunjuk-petunjuk kepada penyidik polres,” ujarnya.

Pihaknya meminta polres segera memanggil dan memeriksa PPK proyek senilai Rp 134 juta itu. Sebab, PPK memiliki kewenangan dan tanggung jawab di bagian pelaporan dan peneguran atas pelaksanaan proyek tersebut. ”PPK ini saksi penting dalam kasus itu. Mestinya, itu yang diutamakan keterangannya,” pungkas dia.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan bahwa yang ditahan dalam kasus proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang hanya seorang. Yaitu, pemilik CV yang dipinjam oleh pelaksana pertama.

Mantan Kasatnarkoba Bangkalan dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu mengaku sudah memeriksa beberapa saksi untuk melengkapi berkas yang dikembalikan oleh kejaksaan. Termasuk PPK, konsultan perencanaan, dan pengawas. ”Berkas tersangka kasus ini kami pisah. Sekarang kami fokus untuk satu berkas itu dulu,” ujarnya.

CV Amor Palapa milik Abd. Azis dipinjam oleh MT (inisial) untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek. Kemudian, Abdul Azis diberi Rp 2,5 juta karena telah meminjamkan CV.

MT berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang senilai Rp 134 juta. Sayangnya, MT tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut. Melainkan orang lain yang berinisial NR.

Parahnya, MT tidak menyerahkan biaya proyek Rp 134 juta itu secara utuh kepada NR. Melainkan hanya menyerahkan Rp 75 juta. Meski begitu, NR tetap mengerjakan proyek pembangunan RKB tersebut sesuai anggaran yang diterima.

Hasilnya, gedung RKB ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. Sejak itu, proyek tersebut jadi sorotan karena diduga kuat pengerjaan tak sesuai RAB.

Kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Sampang. Sejumlah saksi yang terlibat dalam proyek itu diperiksa. Hasilnya, polisi menetapkan dan menahan seorang tersangka, yaitu pemilik CV.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia