Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kepala Desa Patemon Buka Suara

Terkait Kasus Kepemilikan Senpi dan Narkoba

02 Februari 2019, 15: 37: 03 WIB | editor : Abdul Basri

BERKERUMUN: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin menujukkan senpi diduga milik Kades Patemon kemarin.

BERKERUMUN: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin menujukkan senpi diduga milik Kades Patemon kemarin. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Polisi terus mendalami dugaan penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senjata api (senpi) dengan tersangka Moh. Solihin. Kepala Desa (Kades) Patemon, Kecamatan Tanah Merah, itu berdalih mendapat barang haram tersebut setelah diberi temannya. Sementara senpi hanyalah titipan.

Namun, polisi tidak percaya Solihin telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Solihin mengaku, sabu-sabu itu pemberian temannya. Tapi, dia tidak menyebutkan identitas rekannya. ”Itu dikasih teman saya,” dalihnya kemarin (1/2).

Dia baru melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba. ”Enggak lama,” ujarnya di hadapan polisi dan awak media.

Dia memegang senpi sekitar tiga bulan. Dia berkelit senpi tersebut bukan miliknya. Melaikan titipian temannya. Yakni, Hoirul asal Sampang. ”Dititipin Hoirul itu,” sambungnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin mengaku belum mengetahui jenis senpi itu. Sebab, senjata tersebut rakitan. Karena itu, masih akan dilakukan pemeriksaan ke Labfor Polda Jatim.

Boby menegaskan, meski Solihin berdalih senpi rakitan itu bukan miliknya,penyidik tidak percaya begitu saja. Polisi terus mencari informasi dan melakukan pengembangan. ”Pengakuan tersangka hanya titipan. Tentu penyidik tidak percaya begitu saja. Akan kami kembangkan, dari mana asalnya, belinya berapa,” janjinya.

Untuk diketahui. Solihin ditangkap bersama Achmadi, 38, Imam Safi’i, 44, warga desa setempat, dan Zainal Fadli, 26, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Penangkapan berlangsung di rumah Achmadi Selasa pagi (29/1). Achmadi, Imam, dan Zainal terlibat penyalahgunaan narkoba. Sementara Solihin terlibat penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senpi ilegal.

Dari tangan Solihin, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Yakni, mobil Toyota Fortuner, kopiah hitam yang di dalamnya berisi plastik klip kecil SS seberat 0,44 gram, seperangkat alat isap, korek api gas, dan senpi rakitan warna silver dengan enam butir amunisi kaliber 38.

Polisi juga mengamankan BB dari Zainal, Imam, dan Achmadi. Yakni, satu plastik klip kecil diduga berisi SS 0,26 gram bruto, alat isap bong dengan pipet berisi sisa SS sudah dibakar dengan berat kotor 2,31 gram, sedotan, dan korek api.

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia