Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Abrasi di Lokasi Wisata Belum Teratasi

28 Januari 2019, 10: 52: 48 WIB | editor : Abdul Basri

RUSAK: Warga berada di sekitar lokasi abrasi di Pulau Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, beberapa waktu lalu.

RUSAK: Warga berada di sekitar lokasi abrasi di Pulau Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, beberapa waktu lalu. (MUSTAJI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pengembangan pariwisata di Sumenep bukan hanya soal bagaimana memperkenalkan potensi. Tetapi, juga bagaimana cara menjaga dan melestarikan wisata itu sendiri. Pernyataan itu disampaikan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Reng Paseser Maskur.

Itu sebagai tanggapan banyaknya destinasi wisata di Kota Keris yang tidak terjaga kelestariannya. Salah satunya, abrasi yang terus terjadi di wisata laut Pulau Gili Labak, Desa Kombang. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan mestinya dapat perhatian lebih dari pemerintah.

Sampai saat ini, abrasi di pulau kecil yang secara administrasi masih masuk Kecamatan Talango tersebut belum tertangani dengan baik. ”Salah satunya abrasi. Sampai saat ini sudah ada puluhan pohon cemara yang roboh karena abrasi yang tidak juga diatasi,” ungkapnya kemarin (27/1).

Maskur menjelaskan, abrasi di Pulau Gili Labak sudah terjadi sejak 2017. Puluhan pohon cemara yang ditanam di sisi utara dan selatan pulau yang dihuni 37 kepala keluarga itu roboh dan mati. ”Kalau jumlah tepatnya saya belum tahu. Karena masih terus bertambah. Yang jelas, sudah ada puluhan yang mati,” katanya.

Dia mengaku tidak mampu menangani permasalahan tersebut. Sebab, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ”Selain kekurangan tenaga karena banyaknya kegiatan, kami juga butuh modal besar untuk menangani kasus abrasi. Belum lagi beberpa permasalahan perusakan alam lain. Seharusnya kalau Pemkab Sumenep benar-benar mau mengembangkan wisata, perhatikan juga kelestarian alamnya,” tegasnya.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia