Jumat, 23 Aug 2019
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan

Satu TPS Dijaga 16 Saksi

Se-Pamekasan 50.128 Orang

27 Januari 2019, 01: 00: 17 WIB | editor : Abdul Basri

Satu TPS Dijaga 16 Saksi

Share this      

PAMEKASAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 benar-benar diawasi secara ketat. Tiap partai politik (parpol) diminta menyiapkan minimal satu saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Total saksi yang dibutuhkan 50.128 orang di Bumi Ratu Pamelingan.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, parpol wajib menyetor nama saksi yang akan ditugaskan di TPS. Parpol peserta pemilu tahun ini 16. Jumlah TPS di Kota Gerbang Salam 3.133 yang tersebar di 13 kecamatan. Dengan demikian, total saksi utusan parpol 50.128 orang atau 16 saksi di setiap TPS.

Mereka bakal diberi pembinaan oleh Bawaslu Pamekasan untuk mempermudah tugasnya di lapangan. Seluruh saksi akan dilatih menjadi pengawas TPS yang profesional. Bawaslu menjadwalkan pelatihan itu 15 Maret–10 April. ”Kami memiliki tugas untuk melatih saksi,” katanya kemarin (26/1).

Saidi menyampaikan, parpol harus segera menyetor nama saksi itu. Maksimal, awal Maret harus terkumpul. Dengan demikian, pelatihan terhadap saksi bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan.

Mantan aktivis HMI itu menyampaikan, Bawaslu akan memaksimalkan pelatihan tersebut. Sebab, jadwal yang dimiliki hanya 25 hari. Rencananya, secara bertahap setiap hari pelatihan itu digelar.

Harapannya, semakin banyak pengawas profesional, hasil pemilu akan lebih baik. Masyarakat secara umum juga diajak bersama-sama mengawasi jalannya pesta demokrasi itu. Jika diduga ada pelanggaran, diminta dilaporkan ke Bawaslu.

Bawaslu akan menindaklanjuti laporan itu sesuai aturan. Apalagi, lembaga pengawas pemilu itu memiliki kewenangan lebih dibanding sebelumnya. Yakni, menyidangkan suatu perkara pemilu. ”Seluruh tahapan pemilu kami awasi,” katanya.

Pengurus DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan Taqdirul Amin mengatakan, Bawaslu harus memikirkan efektivitas pelatihan itu. Jika waktu yang dimiliki hanya 25 hari, setiap hari minimal harus ada 2 ribu saksi yang dilatih.

Bawaslu harus mencari formulasi agar pelatihan itu lebih optimal. Harapannya, materi yang disampaikan kepada para saksi dapat terserap dengan baik. ”Harus dipikirkan juga efektivitas pelatihan itu,” tandasnya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia