Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ikaba Terus Kawal Proses Hukum Kasus Pembunuhan Berencana

26 Januari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PERTANYAKAN: Puluhan anggota Ikaba saat berada di masjid Polres Sampang kemarin.

PERTANYAKAN: Puluhan anggota Ikaba saat berada di masjid Polres Sampang kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

Kasus pembunuhan Subaidi memang sudah menyeret Idris ke sel tahanan sebagai tersangka. Namun masih banyak tanda tanya dalam perkara tersebut. Antara lain tentang kepemilikan senpi. Hingga kini orang yang diduga sebagai pemilik senjata ilegal tersebut masih buron.

RUSYDI ZAIN, Sampang

IKATAN Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) terus mengawal penanganan hukum kasus pembunuhan berencana yang menimpa Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Pengusutan senjata api (senpi) yang digunakan tersangka Idris, 31, warga Desa Tamberu Laok juga dikawal.

Kemarin (25/1), puluhan anggota Ikaba mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sampang dan Polres Sampang. Sayangnya, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman tidak bisa menemui anggota Ikaba. Mereka hanya ditemui Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto, Kabag Ren Kompol Sugeng Santoso, KBO Reskrim Iptu Slamet, dan Kasi Propam Iptu Teguh.

Juru Bicara (Jubir) Ikaba Salim Segav mengatakan, pihaknya mendatangi dua lembaga penegak hukum. Pertama, PN Sampang pada pukul 09.00. Kemudian pada pukul 13.00 mendatangi Polres Sampang.

Kedatangan Ikaba ke PN untuk memastikan berkas Idris benar-benar sudah dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Lalu, memastikan bahwa tersangka Idris sudah siap disidangkan minggu depan.

Sementara kedatangan ke polres untuk mengawal penanganan kasus senpi. ”Kami pertanyakan kenapa DPO tak kunjung ada yang ditangkap,” katanya. Pada kesempatan tersebut pihaknya menegaskan bahwa buron yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus senpi harus diperlakukan sama. Sebab yang dimunculkan identitas dan disebar fotonya hanya Hasan Ambon.

Sementara Suli yang disebut-sebut oleh tersangka sebagai pemilik senpi jenis pen gun sampai saat ini belum jelas foto dan identitasnya. Keluarga besar Ikaba dan seluruh masyarakat, utamanya keluarga korban resah. ”Kami akan terus memberikan support kepada polisi dalam pengusutan kasus senpi ini,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, pihaknya akan melaporkan kepada pimpinan mengenai hasil pertemuan dengan Ikaba. Berkaitan dengan pengungkapan DPO senpi, pihaknya mengaku akan mengevaluasi timnya.

Menurut dia, apakah perlu dilakukan penambahan tim atau akan meminta bantuan dari Polda Jawa Timur. Sejauh ini kesulitan yang dialami dalam mengungkap dan menangkap DPO adalah masyarakat masih takut untuk melaporkan keberadaan DPO. ”Kami sudah mendeteksi semua tempat yang biasa disinggahi DPO, bahkan sampai ke salah satu pulau di Sumenep. Tapi, memang masih nihil hasilnya,” ungkapnya.

Mengenai Suli yang disebut-sebut oleh tersangka sebagai pemilik senpi jenis pen gun, pihaknya menegaskan bahwa itu belum jelas. Sebab pada saat dikeler, tersangka tidak bisa menunjukkan rumah Suli. ”Suli masih kami dalami, karena tidak ada saksi pendukung sampai sekarang. Kalau Hasan Ambon ada saksi pendukungnya,” jelasnya.

Sementara Jatim yang sempat diamankan dan dimintai keterangan karena telah mengamankan tersangka beserta barang bukti usai melakukan penembakan, statusnya masih sebagai saksi. Namun, sampai sekarang polres menerapkan wajib lapor kepada Jatim.

”Kami terus bekerja mengusut kasus ini. Kami ingin kasus ini tuntas. Bantuan informasi dari warga yang mengetahui keberadaan DPO sangat kami butuhkan,” tandas Hery.

(mr/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia