Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Setubuhi dan Sebar Video Mantan Pacar, Warga Ba'engas Ditangkap Polisi

24 Januari 2019, 16: 43: 41 WIB | editor : Abdul Basri

Setubuhi dan Sebar Video Mantan Pacar, Warga Ba'engas Ditangkap Polisi

Share this      

BANGKALAN - Sali, warga Kecamatan Sukolilo diciduk polisi pada Selasa (22/1). Sebab, dilaporkan menyetubuhi mantan pacarnya berinisial SF, 18. Tidak hanya menyetubuhi, juga merekam dan menyebarkan video dengan SF.

Kejadian bermula saat Sali meminta SF datang ke rumahnya di Dusun Kolpoh melalui pintu dapur. Sebelum SF datang, Sali telah menyiapkan kamera handphonenya untuk merekam.

Setibanya di dapur, Sali langsung memaksa SF bersetubuh. Tapi, ditolak oleh SF. Tapi karena kalah kuat, SF akhirnya berhasil disetubuhi oleh Sali.

Dua hari kemudian, Sali meminta SF datang ke rumahnya. Tujuannya, Sali minta berhubungan badan dengan SF. Tapi, permintaan tersebut ditolak.

Sali menyatakan sudah merekam aksi pertamanya dan mengancam menyebarkan video mesum. Karena takut, SF menuruti kemauan Sali.

Anehnya, meski SF sudah menuruti kemauan Sali, tapi video tidak senonoh tetap disebar Sali. Bahkan, video asusila itu dikirim ke kakaknya SF pada Selasa (22/1). Bahkan, pria berusia 27 tahun itu nekat menyebar video mesum tersebut melalui media sosial miliknya.

Karena tidak terima dengan perbuatan keji yang dilakukan Sali, SF ditemani sang kakak melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Sali di rumahnya yang terletak di Desa Ba'engas pada pukul 23.00.

Kasubbaghumas AKP Moh. Widji Santoso mewakili Kapolres AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengatakan, Sali dijerat pasal berlapis.

"Selain pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, juga dijerat pasal 29 junto pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Termasuk pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan," jelasnya. (Julian Isna)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia