Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kapolres: Hasan Ambon Ada di Sokobanah

24 Januari 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

AKBP Budi Wardiman  Kapolres Sampang.

AKBP Budi Wardiman Kapolres Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAYANGNYA, upaya aparat kepolisian untuk mengungkap dan menuntaskan kasus kepemilikan senjata api (senpi) dalam pembunuhan Subaidi belum berhasil. Pasalnya, sampai sekarang daftar pencarian orang (DPO) kasus senpi tak tertangkap.

Padahal, buron kasus kepemilikan senpi yang bernama Hasan Ambon dan Suli atau Suryadi, warga Kecamatan Sokobanah, saat ini terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Informasi itu disampaikan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman kemarin (23/1).

Menurut Budi, hasil deteksi terakhir polisi, Hasan Ambon berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Hingga saat ini, Hasan Ambon belum keluar. ”Ada di Kecamatan Sokobanah, belum keluar. Posisinya masih kami lacak,” ujarnya.

Berkaitan dengan keterlibatan orang selain Hasan Ambon, Budi mengaku belum memiliki alat bukti baru untuk menetapkan tersangka. Seperti Jatim yang sebelumnya dilepas oleh polisi.

”Jatim kami lepas karena tidak ada saksi dan bukti baru sebagai pendukung untuk menjeratnya,” terangnya.

”Sampai saat ini, kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti baru untuk menjerat tersangka lain,” sambungnya.

Menanggapi itu, Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav mengatakan, masyarakat saat ini mulai tidak percaya terhadap kinerja polisi. Apalagi, polisi menegaskan bahwa DPO kasus senpi berada di wilayah Sokobanah.

”Jika ada di Sokobanah, kenapa tidak ditangkap, selemah itukah polisi sehingga tak bisa menangkap seorang buron kasus senpi,” sindirnya.

Bahkan, ada asumsi di masyarakat bahwa polisi sudah memainkan perannya dalam penanganan kasus senpi tersebut. petugas telah kongkalikong dengan sejumlah pihak untuk memburamkan kasus itu.

”Ini memperkuat asumsi masyarakat bahwa orang yang dekat dengan buron ini kebal hukum,” tudingnya.

Pihaknya berjanji akan mendatangi Polres Sampang untuk mempertanyakan hal tersebut. Menurut dia, alumni yang tergabung dalam Ikaba se-Indonesia mulai geram dengan lambannya kinerja polisi.

”Ikaba tidak akan diam, akan terus mendorong polisi supaya kasus senpi diusut tuntas,” pungkasnya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia