Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Baru Bebas, Pemuda Kadur Terjerat Hukum Lagi

24 Januari 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DI BAWAH KITAB SUCI: Saksi perkara penganiayaan yang melibatkan tersangka Mahmudi diambil sumpah oleh Hakim di PN Pamekasan kemarin.

DI BAWAH KITAB SUCI: Saksi perkara penganiayaan yang melibatkan tersangka Mahmudi diambil sumpah oleh Hakim di PN Pamekasan kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Baru satu bulan menikmati hawa bebas di luar penjara, kini Mahmudi, 30, warga Desa/Kecamatan Kadur harus berurusan kembali dengan hukum. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diduga menganiaya Sofwan Nur Rasyid, 20 dan Abd. Majid, 35, warga setempat.

Dendam tersangka bermula saat Sofwan Nur Rasyid atau yang akrab dipanggil Wawan menjadi saksi pada kasus Mahmudi yang sebelumnya. Mahmudi terjerat kasus pencurian handphone milik teman Wawan. Kasus itulah yang mengantarkan bapak satu anak itu mendekam di balik jeruji besi.   

Usai memberikan keterangan di PN Pamekasan, Mahmudi mengancam akan membunuh Wawan ketika bebas. Setelah delapan bulan menjalani hukuman, akhirnya Mahmudi dibebaskan. Sebulan kemudian, dia menemui Wawan dengan membawa pedang yang dibungkus sarung.

”Waktu itu saya berada di bengkel Suharto, lalu Mahmudi datang dan langsung menyerang saya. Beruntung ada tetangga yang membantu meleraikan. Pelipis bagian kiri saya terluka terkena pedangnya,” ungkap Wawan kemarin (23/1).

Tak cukup hanya menyerang Wawan, Mahmudi juga memukul Abd. Majid. Majid menjadi sasaran karena diduga menyebarkan kasus pencurian yang menimpanya ke media sosial. Majid mendapat bogem mentah dari Mahmudi.

”Mahmudi memukul saya karena diduga meng-upload fotonya saat tertangkap mencuri. Padahal, saya tidak merasa memposting ke media sosial. Hanya, foto itu tampil di beranda akun FB saya,” ungkap Abd. Majid.

Untuk itu, pihaknya meminta PN Pamekasan agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada Mahmudi. Dengan demikian, bisa memberikan efek jera kepada tersangka agar tidak mengulangi perbuatannya. Sebab, pihak korban khawatir setelah bebas, Mahmudi akan melakukan hal serupa.

Sementara, Humas PN Pamekasan Tito Eliandi menyampaikan, pihaknya sudah menjalani proses hukum sesuai aturan. Menurut arahan jaksa, tersangka mendapat dakwaan kumulatif. Yakni ada dua pasal yang bisa dijatuhkan kepada tersangka.

”Dari kedua dakwaan itu bisa dikenai pidana masing-masing, yakni yang terberat ditambah sepertiga dari dakwaan lain. Untuk putusannya, kita tunggu musyawarah majelis hakim,” paparnya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia