Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jaksa Sempurnakan Rencana Dakwaan Idris

Titipkan Tersangka di Rutan Kelas II-B

21 Januari 2019, 01: 42: 11 WIB | editor : Abdul Basri

TAHANAN KEJARI: Idris saat digiring jaksa di kantor Kejaksaan Negeri Sampang beberapa waktu lalu.

TAHANAN KEJARI: Idris saat digiring jaksa di kantor Kejaksaan Negeri Sampang beberapa waktu lalu. (RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kasus pembunuhan berencana menggunakan senjata api (senpi) dengan tersangka Idris kini di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Jaksa tengah menyempurnakan penyusunan rencana dakwaan (rendak) terhadap pria 31 tahun asal Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, itu.

Ketua Tim Jaksa Peneliti Nur Solikhin mengungkapkan, saat ini pihaknya menyusun dakwaan terhadap tersangka Idris yang melakukan pembunuhan berencana terhadap Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah. ”Rendaknya sedang kami siapkan. Ini kami tim jaksa sedang menyusun,” kata Kasidatun Kejari Sampang itu kemarin (20/1).

Jika rendak sudah selesai disusun, jaksa akan melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang untuk mendapatkan penetapan sidang. Selanjutnya, jaksa menunggu jadwal sidang. ”Kalau sudah ada penetapan, agenda sidang pertama adalah pembacaan dakwaan,” terangnya.

Nur Solikhin mengupayakan rendak selesai minggu ini. ”Kami memiliki waktu untuk menahan tersangka selama dua puluh hari. Sekarang tersangka kami titipkan di Rutan Kelas II-B Sampang,” ungkap dia.

Di tempat terpisah, Nur faizah, istri almarhum Subaidi, berharap proses hukum terhadap tersangka yang telah menghabisi suaminya itu dilaksanakan secara profesional dan cepat. Tersangka harus dihukum maksimal.

”Hukum berat pembunuh suami saya. Almarhum meninggalkan seorang anak yang masih berumur tujuh tahun dan kami sekarang sedang hamil untuk anak almarhum yang kedua,” pintanya.

Dia juga berharap semua yang terlibat dalam pembunuhan suaminya diungkap oleh aparat penegak hukum (APH). Keluarganya masih sangat percaya bahwa APH bisa bekerja secara maksimal.

”Kami harap polisi dan seluruh penegak hukum tidak menyia-nyiakan kepercayaan kami. Semoga kasus almarhum ini menjadi pelajaran untuk penegakan kasus kriminal di Sampang,” tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav menegaskan, sejak awal pihaknya berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas. ”Kami melihat ada kelemahan di pengungkapan kasus senpinya. Makanya, dalam waktu dekat kami akan melakukan gerakan bahwa proses pengungkapan senpinya tidak ada progres,” ancamnya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia