Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Batuputih Gelar Ojung

18 Januari 2019, 18: 36: 28 WIB | editor : Abdul Basri

WARISAN LELUHUR: Masyarakat saat menyaksikan Ojung di Desa Batuputih Laok, Jum'at (18/1).

WARISAN LELUHUR: Masyarakat saat menyaksikan Ojung di Desa Batuputih Laok, Jum'at (18/1). (UBAY SHABARO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Sampai saat ini, warga Sumenep masih melestarikan ritual pertandingan olah fisik pemanggil hujan atau biasa disebut Ojung.

Buktinya, Ojung bisa ditonton setiap Selasa mulai pukul 15.00 di Lapangan Dusun Sumber Ombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Tradisi Ojung menyajikan pertandingan olah fisik kaum Adam satu lawan satu. Setiap peserta, dibekali alat pukul berbahan rotan. Setiap pemain juga mengenakan pelindung kepala atau "bhukot" dan sarung pendek atau "bhuncot".

Sebelum bertanding, pemain dibekali pelindung tangan atau "Tangkes". Biasanya, dililitkan di tangan kiri pemain untuk menangkis pukulan lawan. Pertandingan Ojung selama dua ronde dipandu wasit yang disebut "Bhabuto".

Untuk menentukan pemenang, ternyata cukup gampang. Siapa yang paling banyak menorehkan pukulan terbanyak di tubuh lawannya, maka dialah sang juara.

Dalam pertandingan Ojung, juga membagi beberapa kelompok atau kategori. Rinciannya pertandingan kelas ringan, sedang, dan berat.

Inisiator pertandingan Ojung, Mohammad Hosen, mengakui jika ritual tersebut digelar setiap musim penghujan.

"Selain melestarikan warisan leluhur, Ojung juga bertujuan mengolahragakan masyarakat," katanya. (Ubay Shabaro)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia