Sabtu, 19 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bangunan TIC Kurang Bermanfaat

18 Januari 2019, 13: 15: 18 WIB | editor : Abdul Basri

PERLU DIMAKSIMALKAN: Warga berada di depan gedung TIC di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Bangkalan, kemarin.

PERLU DIMAKSIMALKAN: Warga berada di depan gedung TIC di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Bangkalan, kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Manfaat Tourism Information Center (TIC) di Jalan Sultan Abdul Kadirun Bangkalan belum banyak dirasakan. Salah satu kendalanya yakni sumber daya manusia (SDM) yang bertugas untuk melayani wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti menyampaikan, sudah ada petugas yang berjaga di gedung pelayanan informasi pariwisata itu. Namun, memang belum terjadwal. ”Kami akan atur lagi. Sebagai pusat informasi, tidak hanya untuk wisata. Tapi, juga soal informasi kebudayaan dan kesenian,” ungkapnya kemarin (17/1).

Semula TIC direncanakan bisa menugaskan duta Kacong-Jebbing. Namun tidak dipungkiri, para duta wisata juga memiliki aktivitas masing-masing. Karena itu, dia mengaku akan menyusun ulang jadwal petugas yang bisa memberikan pelayanan informasi di tempat tersebut.

Jadwal tugas akan diatur secara bergantian. Rencananya akan tetap melibatkan Kacong-Jebbing. Kemudian juga pegawai disbudpar serta relawan yang tahu tentang kepariwisataan di Bangkalan. ”Segala informasi wisata, kebudayaan, dan kesenian nanti bisa bertanya di sana,” kata mantan kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB P3A) Bangkalan itu.

Bangunan TIC cukup lama tidak difungsikan. Namun pihaknya sudah mulai memanfaatkan kembali. Hanya ada satu titik TIC di Bangkalan. Pusat informasi pariwisata itu berfungsi bagi wisatawan untuk mencari informasi. Mulai dari destinasi wisata, fasilitas seperti hotel, transportasi hingga kuliner.

”Sebelumnya pelayanan informasi pariwisata dilayani di kantor disbudpar,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir menuturkan, bangunan TIC sudah bertahun-tahun tidak difungsikan dengan maksimal. Dia meminta disbudpar terkait bisa memanfaatkan fasilitas tersebut agar tidak terkesan mangkrak. Menurutnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi keberadaan TIC tersebut.

”Kalau bermanfaat pastinya banyak masyarakat yang akan datang. Kami akan evaluasi nanti mengenai pemanfaatan bangunan itu,” janji Tohir.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia