Jumat, 15 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Belum Punya TPA Sanitary Renville

13 Januari 2019, 13: 27: 54 WIB | editor : Abdul Basri

PENGHARGAAN LAMA: Pengendara melintas di jalan raya dekat Tugu Piala Adipura yang pernah diraih Bangkalan.

PENGHARGAAN LAMA: Pengendara melintas di jalan raya dekat Tugu Piala Adipura yang pernah diraih Bangkalan. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN kembali gagal meriah penghargaan Adipura. Berarti sudah empat tahun kabupaten paling barat di Madura ini puasa prestasi di bidang kebersihan lingkungan tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan mengklaim gagal meraih Adipura lantaran tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sanitary renville.

Kepala DLH Bangkalan Ishak Sudibyo mengungkapkan, puluhan lokasi mendapat nilai bagus. Seperti, penataan perkotaan dan kebersihan perkantoran pemerintah. Nilai kebersihan jalan protokol, penataan perumahan sehat dan bersih, kebersihan pasar, terminal, dan lembaga pendidikan juga mendapat nilai cukup memuaskan.

DLH, ujar Ishak Sudibyo, juga telah merampungkan penyusunan kebijakan strategi daerah (jakstrada) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Jakstrada pun mendapat nilai baik.

Menurut dia, penilaian Adipura 2018 di Bangkalan rendah di item TPA. Ishak Sudibyo mengakui, TPA di Bangkalan masih sistem control landfill. Bukan TPA sanitary renville sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Tahun lalu Pemkab Bangkalan telah menggelontorkan Rp 600 juta untuk pembebasan lahan yang akan dijadikan TPA sanitary renville. Namun belum terealisasi lantaran terkendala penentuan lokasi.

Kini DLH terus melakukan studi untuk penentuan lokasi dan melakukan pembebasan lahan di kawasan Kecamatan Tragah. Jika lahan sudah fix, akan dibangun TPA sanitary renville sehingga Bangkalan memperoleh penghargaan Adipura. ”Tahun ini kami akan melakukan pembebasan untuk pembangunan TPA sanitary renville,” janjinya.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengaku kecewa karena sudah empat tahun Kota Salak gagal memperoleh Adipura. Dia meminta DLH secepatnya melakukan pembebasan  lahan pembangunan TPA sanitary renville. ”Tahun ini pembebasan lahan harus berhasil,” ujarnya.

(mr/hud/bam/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia