Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pamekasan Akhiri Puasa Tiga Tahun

12 Januari 2019, 15: 11: 08 WIB | editor : Abdul Basri

IKONIK: Mobil dinas pejabat diparkir melingkari Tugu Arek Lancor, Pamekasan, Senin (7/1).

IKONIK: Mobil dinas pejabat diparkir melingkari Tugu Arek Lancor, Pamekasan, Senin (7/1). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

PAMEKASAN akhirnya meraih penghargaan Adipura 2018 setelah tiga tahun puasa. Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan itu direncanakan akan diberikan secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (14/1).

”Tahun 2014 kami meraih Adipura. Namun dalam kurun waktu tiga tahun, yakni 2015, 2016, dan 2017, kami tidak lagi meraihnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir kemarin (11/1).

Dia menjelaskan, selama 2015–2017 ada perbaikan penilaian Adipura. Terutama terkait tata kelola tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Yaitu, harus sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Tata Kelola TPA.

”Dengan ketentuan undang-undang itu, Pemkab Pamekasan terkendala meraih penghargaan Adipura. Pamekasan belum memiliki TPA sesuai amanat undang-undang tersebut,” jelas pria berkacamata tersebut.

Kendala itu mampu diatasi setelah pada 2016–2017 Pemkab Pamekasan mendapatkan bantuan penataan TPA dari Kementerian PUPR. Dengan fasilitas yang diresmikan pada 2017 itu, pemkab akhirnya kembali meraih Adipura. ”Tapi fasilitas itu bukan satu-satunya penentu,” tegas Jabir.

Dia menyebut ada dukungan 52 indikator dari 13 komponen sehingga Pamekasan bisa mengakhiri puasa penghargaan Adipura. Mulai dari kelompok masyarakat RT-RW, pasar, rumah sakit, sekolah, jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain. ”Dengan ikhtiar yang maksimal, kami berhasil kembali meraih penghargaan Adipura di 2018,” ucapnya.

Dia beraharap, dengan prestasi ini, semua komponen di Pamekasan lebih termotivasi dalam menjaga lingkungan. ”Sebab, berat untuk mempertahankan penghargaan ini tanpa sinergitas yang berkesibambungan,” tegasnya.

Meraih penghargaan Adipura  bukan hanya tugas DLH. Tapi menyangkut beberapa OPD di Pamekasan. Mulai cipta karya, bappeda, PUPR, dinkes, UMKM, pengairan, hingga satpol PP. ”Ada sekitar 17 OPD yang terlibat secara langsung di 52 komponen,” tukas Jabir.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia