Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features
Edukasi Pentingnya Menjaga Lingkungan Laut

Rencanakan Bangun Destinasi Wisata Mangrove

12 Januari 2019, 15: 02: 56 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI: Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat (kiri) menyerahkan bantuan alat edukasi kepada Ketua Pokmawas Rèng Pasèsèr Maskur Riyanto.

PEDULI: Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat (kiri) menyerahkan bantuan alat edukasi kepada Ketua Pokmawas Rèng Pasèsèr Maskur Riyanto. (PT EML FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rèng Pasèsèr belum genap tiga tahun berdiri. Tapi kiprah lembaga yang dimotori sekelompok anak muda dari Kecamatan Saronggi, Sumenep, ini telah jauh melampaui usianya.

Embrio kelompok yang bergerak dalam pendidikan dan pengawasan bidang kelautan dan perikanan ini baru muncul akhir 2016. Karena tekad dan kesungguhannya, pada 21 Februari 2017, kelompok yang dimotori beberapa pemuda dari Desa Tanjung, Kebundadap Timur, dan Pagarbatu ini mendapatkan pengukuhan dari Dinas Perikanan Sumenep.

Setelah itu, kelompok yang dikomandani Maskur Riyanto ini segera tancap gas. Kegiatan yang diikuti pertama kali yakni pelatihan diving yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Bertempat di wilayah perairan Pasir Putih, pelatihan yang digelar pada 11 April 2017 itu diikuti seluruh pokmaswas yang ada di Jawa Timur. ”Alhamdulillah, saat ini saya dan satu anggota Pokmaswas Rèng Pasèsèr sudah memiliki sertifikat diving,” kata Maskur.

KOMPAK: Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat (tiga dari kanan) berfoto bersama pengurus Pokmawas Rèng Pasèsèr usai mengecek lokasi rehabilitasi mangrove.

KOMPAK: Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat (tiga dari kanan) berfoto bersama pengurus Pokmawas Rèng Pasèsèr usai mengecek lokasi rehabilitasi mangrove. (PT EML FOR RadarMadura.id)

Setelah memiliki sertifikat diving, Maskur dan timnya menimba ilmu manajemen ekowisata. Pada saat itu, Pulau Gili Labak yang dikenal sebagai ”Surga Yang Tersembunyi” kebetulan sedang gencar-gencarnya dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Berbekal keterampilan diving dan pengetahuan dasar manajemen ekowisata itu, Maskur dan kawan-kawan juga berkecimpung sebagai pemandu wisata ke Pulau Gili Labak. Kebetulan, Pelabuhan Desa Tanjung yang berdekatan dengan sentra aktivitas kelompok ini merupakan salah satu akses yang paling diminati wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Gili Labak. ”Hampir tiap akhir pekan, kami mendampingi tamu yang ingin menikmati indahnya wisata Pulau Gili Labak,” ujar Didik Junaidi, bendahara Pokmaswas Rèng Pasèsèr.

Kesempatan itu, menurut dia, dimanfaatkan oleh timnya untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. ”Alhamdulillah, akhir 2018 kami mendapatkan dukungan dalam bentuk bantuan kaus dan peralatan untuk kampanye edukasi lingkungan dari PT Energi Mineral Langgeng (EML),” tegas Didik.

Untuk diketahui, PT EML merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi migas di Desa Tanjung. Perusahaan yang dimiliki oleh Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) ini mendapatkan amanah mengelola wilayah kerja South East Madura Block. Saat ini PT EML sedang melakukan pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung.

Selama dua tahun ini, kata Didik, pihaknya terus berusaha meningkatkan kapasitas lembaga dan pengurus. Mereka tidak segan-segan mengikuti berbagai pelatihan atau studi terkait bidang yang digeluti.

Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat mengapresiasi semangat dan dedikasi para pemuda yang tergabung dalam Pokmaswas Rèng Pasèsèr. Menurut dia, apa yang telah dilakukan kelompok ini dalam dua tahun terakhir sangat mengesankan.

”Meski sangat terbatas karena status EML masih dalam tahap eksplorasi, kami berusaha untuk dapat memberikan kontribusi positif terhadap inisiatif-inisiatif dan kearifan lokal semacam ini. Sebab, kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” tutur Hidayat.

Ke depan, Pokmaswas Rèng Pasèsèr berencana mengembangkan destinasi wisata hutan mangrove di wilayahnya. Rintisan ke arah sana sudah dilakukan dengan merehabilitasi hutan mangrove di Desa Kebundadap Timur. Kegiatan tersebut difasilitasi dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.

”Ada potensi hutan mangrove sekitar 6,2 hektare yang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata baru,” kata Fadel Abu Aufa, sekretaris Pokmaswas Rèng Pasèsèr. ”Dengan segala keterbatasan yang ada, kami ingin mewujudkan mimpi besar itu,” pungkas Fadel.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia