Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features
Kajian Womenpreneur di Pekan Ngaji 4 Muba

Gelorakan Semangat Wirausaha ala Siti Khodijah

12 Januari 2019, 01: 07: 16 WIB | editor : Abdul Basri

ANGGUN: Pemateri Naila Mafazah (kiri) didampingi  moderator Siti Sumroh berbagi pengetahuan tentang womenpreneur kepada santri kemarin.

ANGGUN: Pemateri Naila Mafazah (kiri) didampingi  moderator Siti Sumroh berbagi pengetahuan tentang womenpreneur kepada santri kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Tidak sepantasnya perempuan berdiam diri. Membantu tanggung jawab suami merupakan pekerjaan mulia. Perempuan dituntut memiliki skill. Salah satunya berwirausaha.

***

PEREMPUAN zaman now tidak perlu malu berwirausaha. Siti Khodijah telah memberikan contoh. Banyak peluang bisnis yang bisa digarap. Perempuan zaman now bisa menjalankan usaha dari rumah. Memanfaatkan gadget untuk berjualan.

Pekerjaan rumah tidak terabaikan, bisnis pun jalan. Tanggung jawab suami menafkahi keluarga bisa lebih ringan. Itulah motivasi yang disampaikan Naila Mafazah kepada santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum  Bata-Bata (Muba) kemairn (11/1).

Pemateri yang berdomisili di Ponpes Darul Ulum Jombang itu mengajak santriwati berwirausaha ketika kelak sudah berumah tangga. Dengan catatan, wirausaha yang dijalani mengikuti jejak Siti Khodijah. ”Siti Khodijah sukses berwirasuaha karena beliau sportif,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Naila ini.

Di antara komitmen dan prinsip wirausaha Siti Khodijah yaitu jujur, baik, dan amanah. Istri pertama Kanjeng Nabi Muhammad itu memiliki keimanan dan kecerdasan spiritual yang cukup tinggi. ”Beliau tidak lupa melibatkan Allah dalam menjalankan setiap usahanya,” ucap Ning Naila.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, mampu membaca peluang usaha. Ini sangat penting sebelum menjalankan usaha. ”Siti Khodijah juga pintar mengambil karyawan atau partner usaha. Siti Khodijah melibatkan orang yang tepat, jujur, dan memiliki tanggung jawab. Contohnya, Siti Khodijah melibatkan Nabi Muhammad,” terangnya.

Yang mejadi catatan, ketika sukses berwirausaha, harus mengambil karyawan yang jujur dan bertanggung jawab. ”Mari kita menjadi Khodijah-Khodijah masa kini,” ajaknya.

Ismawati, bagian entertaining dan protokoler Pekan Ngaji 4 Muba Putri menjelaskan, kajian womenpreneur digelar dalam rangka memotivasi santri. Diharapkan, mereka mampu berwirausaha dengan baik setelah keluar dari pesantren.

”Sekarang kesempatan-kesempatan untuk berwirausaha sangat terbuka. Karena itu, santri disiapkan agar ketika keluar dari pesantren bisa merintis usaha dan bisa membantu keluarga,” ucapnya.

(mr/sin/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia