Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Features

Miris, Warga Miskin Ini Tempati Gubuk Bersama Empat Anaknya

12 Januari 2019, 00: 58: 49 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH BANTUAN: Ahmad Mudarris bersama anaknya di rumahnya.

BUTUH BANTUAN: Ahmad Mudarris bersama anaknya di rumahnya. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

PAMEKASAN - Rumah itu sudah tidak layak huni. Tapi, Ahmad Mudarris tidak punya pilihan lain. Jangankan membeli atau membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja masih kesulitan.

 Rumah Mudarris berada di bibir sungai Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan. Rumah yang terbuat dari bambu itu lebih layak disebut gubuk. Ukurannya 4x4 meter. Tapi, dibagi menjadi dua kamar sehingga sangat sempit.

Kondisinya terlihat kurang terawat. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu sudah banyak bolong. Saat musim hujan kondisinya semakin parah. Rumah ini sering kali terendam banjir. Sehingga, harus mengungsi ke rumah tetangga.

Kondisi rumah Mudarris sangat kontras dibandingkan rumah-rumah di sekitarnya. Rumah tetangganya megah. Meski sangat sempit, rumah Mudarris dihuni lima orang. Selain Mudarris, empat anaknya juga tinggal di sana.

Pria yang akrab disapa Darwis ini sempat menduda. Istri pertamanya, Misriyah, meninggal lantaran sakit. Namun, dia sudah menikah. Kendati demikian, dia tidak lupa mengurus keempat anaknya yang tinggal di gubuk itu.

Anak pertamanya Bobi Wahyudi. Dia tidak tamat SMA. Anak kedua Romadana dan ketiga Nabila Febriyanti. Keduanya putus sekolah saat duduk di bangku SMP. Sementara anak terakhir bernama Moh. Refi Mudarris. Dia saat ini masih bersekolah SD.

Beberapa hari lalu dia diberi bantuan sepeda ontel dan peralatan sekolah oleh Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun. ”Semua anak-anak saya kalau malam ngumpul di sini,” kata Darwis sembari ditemani Refi.

Darwis saat ini mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk menghidupi anak-anaknya, dia bekerja serabutan. Tapi, kalau malam, dia bekerja sebagai abang becak. ”Yang penting halal dan bisa memberi makan untuk anak-anak tiap hari,” terangnya.

            Darwis memasak sendiri. Kadang dibantu anak-anaknya. Dia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. Utamanya, rumah layak huni. ”Tanah yang saya tempati ini sebenarnya juga masih pinjam,” tukasnya. 

(mr/sin/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia