Jumat, 15 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Kepala Dinas Kesehatan Sebut Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan Terpuruk

11 Januari 2019, 18: 30: 11 WIB | editor : Abdul Basri

Asrul Sani-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang.

Asrul Sani-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. (Moh.Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Manajemen RSUD Mohammad Zyn harus mengambil hikmah atas polemik keterlambatan pencairan dana jasa pelayanan (Jaspel) BPJS Kesehatan bagi paramedis dan medis. Sebab, dananya lebih dari Rp 17 miliar dan menyangkut nasib sedikitnya 400 perawat dan dokter.

Asrul Sani selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang mengatakan, keterlambatan pembayaran dana jaspel BPJS Kesehatan bisa disebabkan beberapa hal.

"Bisa karena dana BPJS yang tidak ada atau pihak rumah sakit terlambat mengajukan klaim," ujarnya.

Menurut Asrul Sani, kondisi keuangan di BPJS Kesehatan saat ini harus disadari sedang terpuruk. Karena itu, pembayaran dana jaspel ke puskesmas dan rumah sakit molor.

"Bukan cuma di RSUD Mohammad Zyn Sampang saja, tapi jaspel beberapa puskesmas dan rumah sakit daerah lain juga ada yang belum dibayar. Ada yang 3 bulan, dan bahkan 7 bulan," paparnya.

Dijelaskan, dirinya sudah menghubungi dan menanyakan kepada Titin Hamidah selaku direktur RSUD Mohammad Zyn apakah sudah mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan apa belum. Jika terlambat mengajukan, itu membuat pencairan terlambat alias molor.

"Saya sudah menghubungi direktur rumah sakit, direktur menyatakan sudah mengajukan klaim. Saya berharap pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya walau dana jaspel masih belum diterima," harapnya. (Moh. Iqbal)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia