Senin, 25 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Target Hasil Perikanan Tangkap 8.200 Ton

11 Januari 2019, 14: 44: 17 WIB | editor : Abdul Basri

CARA TRADISIONAL: Nelayan berada di atas perahu di pesisir Pantai Camplong kemarin.

CARA TRADISIONAL: Nelayan berada di atas perahu di pesisir Pantai Camplong kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Dinas Perikanan Sampang belum maksimal menjalankan program peningkatan hasil perikanan tangkap. Indikasinya, sejak dua tahun terkahir hasil perikanan tangkap tidak mencapai target.

Data Dinas Perikanan Sampang menunjukkan, pada 2017 target hasil perikanan tangkap 7.500 ton. Realisasinya hanya 4.737 ton atau 63,16 persen. Sementara pada 2018 tetap 7.500 ton dan terealisasi 5.285 ton atau 70,46. Tahun ini targetnya dinaikkan menjadi 8.200 ton.

Kabid Budi Daya Perikanan Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud membenarkan bahwa hasil perikanan tangkap di Kota Bahari relatif minim dan jauh dari target yang diharapkan. Cuaca yang kurang bersahabat menjadi salah satu kendalanya.

 Hujan deras disertai angin kencang kerap terjadi di perairan Sampang. Kondisi itu menjadi mengkhawatirkan warga yang mengais rezeki di laut. Banyak nelayan enggan melaut karena takut cuaca buruk.

”Hasil tangkapan nelayan masih dipengaruhi cuaca. Kalau cuaca buruk, banyak nelayan yang urung melaut dan menambatkan perahu di pesisir pantai,” kata Mahfud kemarin (10/1).

Jenis ikan tangkapan nelayan yang kerap turun antara lain, ikan tongkol, cakalang, bandeng, tenggiri, cumi-cumi, dan kakap. Pada 2016, Dinas perikanan menargetkan hasil tangkapan ikan nelayan 7.100. Tetapi, realisasinya hanya di kisaran 6.500 ton.

Tahun ini pihaknya akan merealisasikan bantuan sejumlah alat tangkap kepada nelayan. Misalnya, jaring ikan yang ramah lingkungan, cool box, life jacket, dan kapal.

”Kami juga akan lebih memaksimalkan pengembangan usaha budi daya ikan air tawar. Sudah ada sekitar 68 kelompok budi daya ikan (pokdakan) yang dibina dan diberi bantuan alat produksi,” paparnya..

Menurut Mahfud, usaha budi daya ikan di Sampang potensial untuk dikembangkan. ”Tren produksi ikan budi daya air tawar terus meningkat setiap tahun,” klaimnya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton menilai, tidak tercapainya target perikanan tangkap disebabkan kurangnya perhatian pemkab terhadap nelayan. Program bantuan alat tangkap bagi nelayan tidak merata.

”Banyak nelayan yang tidak mendapatkan bantuan alat tangkap karena sosialisasi dari dinas terkait kepada masyarakat terkait bantuan itu minim,” tudingnya. 

(mr/nal/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia