Jumat, 15 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 8,47 M Tunggakan Pelanggan Belum Terbayar

DPRD Sarankan PDAM Bentuk Tim Khusus

10 Januari 2019, 13: 24: 37 WIB | editor : Abdul Basri

Rp 8,47 M Tunggakan Pelanggan Belum Terbayar

Share this      

SAMPANG – Tuggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo cukup besar. Yakni, Rp 9.143.496.128. Sampai penguhujung 2018, piutang badan usaha milik daerah (BUMD) itu baru tertagih Rp 667.602.797. Sementara Rp 8.475.893.331 sisanya belum tertagih.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengutarakan, tunggakan pelanggan hingga miliaran iu sejak PDAM berdiri. Pihaknya sudah berupaya menagih kepada pelanggan. ”Alhamdulillah ada pengurangan. Terbanyak pelanggan yang ada di Kecamatan Sampang,” ujarnya Rabu (9/1).

Banyak faktor pelanggan menunggak pembayaran. Salah satunya, pendistrisbusian air yang tidak sampai. Contohnya, seperti saat ini. Untuk mengantisipasi naiknya piutang pelanggan yang tidak menikmati air, dilakukan penutupan sementara sehingga tidak berjalan.

”Kalau sudah normal akan dibuka lagi. Jumlahnya mencapai puluhan,” katan dia mewakili Direktur PDAM Trunojoyo Achmad Fauzan.

Dia menjelaskan, penyertaan modal dari pemerintah berupa sarana. Misalnya, pipa dan pengeboran sumur. Hal itu dilakukan sejak 2016. Nominalnya sekitar Rp 3 miliar.

Pihak PDAM terus berupaya menagih kepada pelanggan. Target untuk 2019, jika tidak bisa bayar akan ditutup. ”Maksimal tunggakan pelanggan 140 bulan. Nominalnya sampai Rp 10 juta,” ungkap dia. ”Kendala di lapangan pelanggan tidak melapor kalau ada kendala. Meteran terus berjalan,” sambungnya.

Supaya lebih maksimal, kata Yazid, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan dan melibatkan petugas pelayanan. Hampir semua karyawan dikerahkan.”Sekitar 20 orang. Itu bergerak setiap hari. Hanya di perkotaan. Kalau di luar kota petugas masing-masing unit,” terangnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta dibentuk tim penagihan. Supaya tidak ada persoalan, dia juga menyarankan PDAM Trunojoyo melakukan sosialisasi. ”Sebelum ditagih, pelanggan harus diberi sosialisasi. Seperti berkirim surat dan semacamnya,” sarannya.

Politikus PKB asal Kecamatan Karang Penang itu menambahkan, pemerintah maupun di internal PDAM harus ada evaluasi kerja. ”Pelayanan dan penagihan harus imbang. Jangan main sikat jika pelayanan kepada pelanggan tidak sesuai,” pintanya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia