Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

BPJS Sebut Dana Jaspel Domain Manajemen Rumah Sakit

10 Januari 2019, 08: 47: 35 WIB | editor : Abdul Basri

SEPENUH HATI: Warga saat dilayani petugas kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan.

SEPENUH HATI: Warga saat dilayani petugas kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan. (Herlina Trisukma/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Manajemen RSUD dr. Mohammmad Zyn Sampang harus bertanggungjawab atas polemik belum cairnya dana jasa pelayanan (jaspel) bersumber dari BPJS Kesehatan.

Sebab, pencairan dana jaspel bagi paramedis dan medis serta tenaga lainnya tersebut kewenangan pihak rumah sakit. BPJS Kesehatan tidak berkaitan dengan pendistribusian dana jaspel.

Eko D. Kesdu selaku Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan mengatakan, dana jaspel bukan domain BPJS Kesehatan. Tapi, kewenangan manajemen rumah sakit.

"Intinya kalau dana jaspel itu domainnya rumah sakit atau masing-masing puskesmas. Untuk menyalurkan ke paramedis, medis dan tenaga lainnya itu bukan domain BPJS Kesehatan," kata Eko D. Kesdu.

Ditanya proses pencairan dana jaspel, Eko D. Kesdu menerangkan bahwa pihak rumah sakit harus mengajukan klaim kepada BPJS Kesehatan.

"Jadi bukannya dana itu belum cair, tapi rumah sakit harus mengajukan dulu. Setelah itu, baru kita ajukan ke pusat dan menunggu dananya cair," terangnya.

Dijelaskan, klaim yang diajukan rumah sakit ke BPJS memiliki batas waktu. Kalau BPJS tidak mencairkan sampai batas yang ditentukan, maka BPJS nanti kena denda. "Dendanya 1 persen dan harus dibayar ke rumah sakit," jelasnya. (Herlina Trisukma)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia