Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features
Mahasiswa UTM Latih Warga Olah Nangka

Kemasan Menarik Itu Penting, Rasa Enak Tetap yang Utama

08 Januari 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SERU: Peserta KKN Tematik Mandiri UTM 2018 kelompok 12 bersama tim PKK Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal, Bangkalan, dan warga membuat aneka jenis makanan dari buah nangka.

SERU: Peserta KKN Tematik Mandiri UTM 2018 kelompok 12 bersama tim PKK Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal, Bangkalan, dan warga membuat aneka jenis makanan dari buah nangka. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - KKN Tematik Mandiri UTM 2018 kelompok 12 melatih warga Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal, Bangkalan, mengolah buah nangka menjadi aneka jenis makanan. Misalnya, cake, abon, dadar gulung, dan puding.

Belasan peserta Kelompok Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kelompok 12 berkumpul di Balai Desa Gili Anyar Senin (7/1). Mereka berbaur dengan tim PKK Desa Gili Anyar dan warga setempat.

Mahasiswa kampus terbesar di Madura itu terlihat cukup akrab dengan warga. Juga saling menghormati. Sebagian mahasiswa dan warga menyiapkan buah nangka yang telah dikupas. Sebagian lainnya menyiapkan peralatan dapur untuk ditata di balai desa. Misalnya, pisau, mangkuk, dan piring. Peralatan lainnya yakni blender, oven, kompor gas, dan elpiji, serta plastik kemasan untuk kue.

Pembuatan aneka jenis makanan dibagi empat kelompok dengan komposisi warga dan mahasiswa. Kelompok satu mengolah buah nangka jadi cake. Kelompok dua mengkreasi buah nangka jadi puding. Kelompok tiga membuat buah nangka jadi dadar gulung. Kelompok terakhir mengolah buah nangka jadi abon.

Buah nangka dicuci sebelum memasuki tahap berikutnya. Kemudian buah nangka dimasukkan ke blender untuk dihaluskan. Setelah itu, adonan dicampur bahan lain untuk dijadikan cake, puding, dadar gulung, dan abon.

Setelah adonan rampung sesuai dengan bahan tambahan lainnya, adonan cake dimasukan dalam oven. Sementara adonan puding, dadar gulung, dan abon dimasak di tempat berbeda. Saat adonan dimasak, mahasiswa sibuk membuat desain jenis makanan untuk ditempelkan di plastik kemasan. Satu per satu desain di-print dalam bentuk kertas.

Setelah semua selesai, dengan ramah para mahasiswi menyajikan aneka makanan itu untuk dinikmati. Semua aneka makanan yang terbuat dari buah nangka tersebut cukup enak. Makanan hasil olahan buah nangka itu kemudian dikemas dengan sangat menarik sehingga layak dijual.

Usai mengemas makanan, mahasiswa dan warga tidak lupa berfoto ria. Acara pembuatan beraneka macam makanan dari buah nangka itu pun rampung sekitar pukul 18.00.

Kordes KKN Tematik Mandiri UTM Kelompok 12 Nurul Jennah mengatakan, ada Sembilan program kerja yang dijalankan. Di antaranya, sosialisasi parenting, bimbingan belajar gratis, dan pelatihan kepemimpinan. Kemudian, morning fresh, sosialisasi organisasi pemuda, sosialisasi posyandu, pembuatan produk turunan nangka, dan sosialisasi UMKM. ”Alhamdulillah proker kami jalan semua,” trangnya.

Dia mengungkapkan, proker unggulan kelompok 12 adalah membuat makanan olahan turunan buah nangka. Bukan tanpa alasan mereka melakukan produksi turunan buah nangka. Dusun Trebung di Desa Gili Anyar merupakan pengahsil buah nangka. Kelompok 12 sangat tertarik mengangkat resource base atau potensi lokal kemudian mengembangkan industri turunannya.

Yaitu, memberikan pelatihan kepada warga tentang cara pembuatan aneka jenis makanan dengan bahan dasar buah nangka. ”Kami juga membantu membuatkan kemasannya semenarik mungkin dari plastik. Kalau dijual di pasaran insaallah laku dan akan menambah income warga di sini,” ucapnya.

Kepala Desa Gili Anyar Masdali mengapresiasi karya peserta KKN UTM bersama tim PKK Desa Gili Anyar yang mengajari pengolahan buah nangka menjadi aneka makanan lezat. ”Memang salah satu dusun di desa kami merupakan pengasil buah nangka,” katanya.

Peserta KKN UTM bersama tim PKK desa setempat memberikan pelatihan kepada warga. Dengan pelatihan itu, warga diharapkan memiliki keahlian membuat aneka jenis makanan dari buah nangka.

Dia berencana mengembangkan industri lain berbahan dasar buah-buahan di Desa Gili Anyar. ”Kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UTM dan tim PKK desa. Kami yakin kalau ini dijual akan laku karena rasanya enak,” tutup Masdali. 

(mr/bam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia