Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Dua Tahun Proyek KKP Mubazir

08 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Pengendara melintas di dekat bangunan gedung ICS di Desa Longos, Kecamatan Gapura.

LENGANG: Pengendara melintas di dekat bangunan gedung ICS di Desa Longos, Kecamatan Gapura. (DAFIR/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pembangunan gedung beku terintegrasi atau Integrated Cold Storage (ICS) selesai sejak 2017. Namun hingga kini, gudang di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, itu tak kunjung dioperasikan. Bahkan di lokasi tidak ada aktivitas apa pun.

Fasilitas pengolahan ikan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2017. Bangunan dengan cat kombinasi putih itu menelan Rp 16,5 miliar melalui APBN.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arief Rusdi mengaku, dalam waktu dekat ICS dioperasikan. Selama ini, kata dia, gudang itu belum dioperasikan karena menunggu masa perawatan dari rekanan selesai. Juga menunggu penyerahan dari pemerintah pusat kepada Pemkab Sumenep. ”Secepatnya dioperasikan. Tunggu sajalah,” ujar dia Senin (7/1).

Arief menyampaikan, ICS dibangun di Desa Longos lantaran dekat dengan sentra ikan. Di antaranya, Pelabuhan Dungkek, Bintaro, dan ikan dari kepulauan. ”Itu dibangun 2017 dan selesai 2017 juga,” tukas dia.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi mengaku kecewa karena ICS belum dioperasikan. Padahal pada November 2018, ICS sudah diserahterimakan dari pemerintah pusat ke Pemkab Sumenep. ”Sudah kami warning untuk segera dioperasikan,” katanya.

Masdawi menyebut, hampir dua tahun gudang ICS tidak berfungsi. Gudang tersebut mestinya dimanfaatkan untuk membantu nelayan dan pelaku usaha di bidang perikanan. ”Kami kecewa. Pemerintah Sumenep lamban memanfaatkan gudang ICS,” ungkapnya.

Menurut dia, gudang ICS dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Misalnya, jika harga ikan murah, pengelola ICS bisa membeli dengan harga standar. Pengelola ICS juga bisa menunda jual ikan hingga harga stabil. ”ICS mestinya hadir untuk menstabilkan harga ikan dan tentu harus berpihak pada nelayan,” urainya.

Masdawi mengusulkan, pengelolaan gudang ICS sebaiknya dipihakketigakan. Yaitu, perusahaan yang ahli di bidang perikanan. Menurut dia, tidak mungkin Pemkab Sumenep sendiri yang mengelola gudang ICS. ”Mengelola uang tidak bisa, apalagi mengelola ikan,” sindir politikus Partai Demokrat itu.

Dia melanjutkan, pihak ketiga yang mengelola gudang ICS tidak boleh ditunjuk, tetapi harus dilelang. Dengan begitu, pengusaha lokal yang bergerak di bidang ikan merasa diberdayakan dan bisa bersaing.

Masdawi kembali mendesak agar gudang ICS dioperasikan. ”Kalau dua tahun dibiarkan, bisa rusak fasilitas yang ada di dalam itu,” pungkasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia