Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Tuntut Pembunuh Bayi Dihukum Mati

08 Januari 2019, 01: 13: 45 WIB | editor : Abdul Basri

TAK PUAS: Belasan warga yang mengaku dari Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, menggelar demo di depan kantor Kejari Sumenep.

TAK PUAS: Belasan warga yang mengaku dari Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, menggelar demo di depan kantor Kejari Sumenep. (MUSTAJI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Belasan warga yang mengaku dari Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Senin (7/1). Mereka menuntut Abd. Rahman, tersangka pembunuhan bayi, dihukum mati.

Ruas Jalan KH Mansyur, tepatnya di depan kantor Kejari Sumenep, mendadak ramai oleh kerumunan warga. Mereka merupakan demonstran yang meminta agar tersangka pelaku pembunuhan bayi dihukum mati atau seumur hidup.

Sambil berteatrikal, demonstran menyerukan permintaan agar tersangka pelaku pembunuhan dihukum berat. ”Perbuatan dia (tersangka, Red) sungguh tidak manusiawi. Kami meminta dia dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu dihukum mati,” kata Irwan selaku koordinator massa.

Menurut Irwan, aksi itu digelar karena pihaknya mendengar bahwa Abd. Rahman akan dibebaskan dari kasus yang masih dalam tahap persidangan tersebut. Dia mengancam bakal berdemo besar-besaran jika kabar itu benar. ”Kalau sampai dia bebas, jangan salahkan kami kalau melakukan yang dibutuhkan untuk menegakkan keadilan,” tegasnya.

Selain berorasi di depan kantor kejari, demonstran melakukan aksi di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Setelah beberapa saat melakukan aksi, demonstran ditemui Kasipidum Kejari Sumenep Benny Nugroho Sadhi Budhiono.

Kepada demonstran, Benny menjelaskan bahwa kasus pembunuhan bayi tersebut masih masuk tahap persidangan dan belum ada putusan. ”Jadwal minggu depan masih pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum. Jadi, kabar kalau tersangka akan dibebaskan sudah pasti tidak benar karena memang belum ada putusan,” jelasnya.

Abd. Rahman dijerat pasal 80 ayat 3 UU 17/2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. Kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan Abd. Rahman terjadi pada 11 Mei 2018. Korbannya adalah Dimas, bayi berumur 35 hari.

(mr/aji/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia