Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Videotron Ratusan Juta Mangkrak

Diskominfo Beralasan Keterbatasan Waktu

06 Januari 2019, 23: 39: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK SELESAI: Sejumlah kendaraan melintas di sekitar videotron di areal Monumen Trunojoyo Sampang.

TAK SELESAI: Sejumlah kendaraan melintas di sekitar videotron di areal Monumen Trunojoyo Sampang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kinerja pelaksana proyek harus dievaluasi. Banyak pengerjaan jasa konstruksi melebihi deadline. Salah satunya proyek pembangunan videotron di Jalan KH Hasyim Asy’ari. Proyek ratusan juta tahun anggaran 2018 itu mangkrak.

Proyek APBD Perubahan itu dimulai November hingga 28 Desember. Hasil pekerjaan di lapangan hanya 30 persen. Dari total anggaran Rp 850 juta itu baru terserap Rp 252 juta. Program tersebut digarap PT Wiraharja Graha Software asal Surabaya.

Kepala Diskominfo Sampang Djuwardi mengaku keterlambatan pelaksanaan proyek videotron karena keterbatasan waktu. Pelaksana tidak bisa menyelesaikan sesuai deadline. Konsekuensinya, kata dia, pelaksana diputus kontrak. Maka dari itu, pekerjaan akan digelar dua kali. ”Jadi dua kali anggaran,” ujarnya Sabtu (5/1).

Mantan kepala disbudparpora itu melanjutkan, pihaknya mengambil sisa anggaran untuk dilanjutkan di 2019. Sementara pencairan kepada pelaksana sesuai dengan progres pekerjaan. ”Perkiraan awal, pelaksana sanggup mengerjakan meskipun waktunya mepet. Ternyata setelah dilaksanakan tidak tuntas,” kelitnya.

Pihaknya akan melakukan lelang ulang. Pihaknya memaklumi rekanan karena waktunya mepet. Seperti pembelian alat perlengkapan videotron sangat sulit. ”Mau tidak mau kami putus kontrak,” tegasnya.

Sisa pekerjaan tersisa pemasangan layar dan mesin beserta isinya. Ketika videotron menyala, pihaknya akan menyusun materi yang akan ditampilkan. Lokasi videotron disepakati di areal Monumen Trunojoyo. ”Karena bisa terlihat dari berbagai sisi. Kalau sudah hidup, pohonnya akan kami bersihkan,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mengatakan, proyek videotron tidak langsung dilaksanakan oleh pelaksana. Jika penetapan pemenang dan surat perintah kerja (SPK) diterima langsung dikerjakan, mungkin bisa selesai. ”Keteledoran pelaksana,” ujarnya.

Politikus Hanura itu menilai lokasi videotron kurang strategis. Lokasinya di pojok monumen. Di lokasi videotron yang mangkrak dipasang banner ucapan selamat oleh Pemkab Sampang. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia