Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Proyek Jalan Rp 4 Miliar Gagal

04 Januari 2019, 08: 29: 38 WIB | editor : Abdul Basri

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Mohammad Jakfar.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Mohammad Jakfar. (DAFIR/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Proyek hotmix senilai Rp 4 miliar di Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, Sumenep, gagal dilaksanakan. Alasannya, terkendala waktu yang dinilai mepet. Kegiatan yang bersumber dari bantuan keuangan Pemprov Jawa Timur itu terpaksa baru bisa dilaksanakan 2019.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Mohammad Jakfar mengutarakan, untuk proyek fisik di PU Bina Marga 2018 sudah selesai. Kecuali, proyek hotmix Rp 4 miliar di ruas jalan Lanjuk. ”Ada proses lelang di situ, sehingga kami tidak berani untuk melelang,” kata dia Kamis (3/1).

Menurut Jakfar, karena tidak terlaksana di 2018, otomatis baru bisa dilanjutkan pada 2019 ini. Tujuannya, agar dalam pelaksanaan lebih sempurna dan tidak kejar tayang. ”Kami khawatir ketika dilelang tidak selesai dan harus putus kontrak. Mending 2019 saja,” ujarnya.

Keterlambatan ini karena ada kebijakan dari BPK dengan harapan untuk pekerjaan fisik di PU bina marga dilakukan uji kualitas terlebih dahulu. Baik pekerjaan hotmix maupun lapen. ”Harus masuk lab dulu. Nah, proses labnya ini yang lama,” ungkapnya.

Menurut dia, keterlambatan serupa tidak hanya terjadi di Sumenep. Di kabupaten lain juga demikian. ”Karena kampusnya juga terbatas untuk melakukan uji lab ini,” jelasnya.

Proyek hotmix lain yang dianggap bermasalah yakni perbaikan jalan di Sapudi. Pelaksana diputus kontrak. Dari anggaran Rp 925 juta sisa anggaran hampir Rp 700 juta karena harus bayar uang muka 30 persen. ”Kami tender ulang. Sekarang sudah tuntas,” terangnya.

Meskipun pekerjaan selesai mepet-mepet akhir tahun, tetapi secara keseluruhan pekerjaan sudah selesai. ”Yang lain tidak ada. Hanya dua kegiatan tadi itu,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Sukri mengaku akan segera memanggil pihak PU bina marga untuk mengevaluasi dan mempertanyakan alasan keterlambatan itu. Sebab, dari awal sudah komitmen bahwa untuk pekerjaan 2018 harus terlaksana dengan tepat waktu. ”Sebagai mitra sudah bilang, jangan sampai ada kegiatan yang tidak terlaksana,” katanya.

Ketika proyek jalan tersebut gagal dilaksanakan di 2018 dapat merugikan masyarakat. ”Mestinya masyarakat bisa menikmati jalan itu, akhirnya tidak. Ini perlu dievaluasi agar di 2019 tidak terulang kembali,” pungkas politikus PPP itu.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia