Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Jumlah Pengunjung Menurun

Pantai Lombang Dikontrakkan Rp 30 Juta

02 Januari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BERLIBUR: Wisatawan berada di pesisir Pantai Lombang.

BERLIBUR: Wisatawan berada di pesisir Pantai Lombang. (DAFIR/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Setiap pergantian tahun baru, destinasi Pantai Lombang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, kali ini pengunjung objek wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep itu menurun drastis. Pemicunya, sejak terjadi tsunami Selat Sunda.

Kepala UPT Destinasi Wisata Sumenep Anwar mengutarakan, imbauan BMKG yang meminta mejauh dari bibir pantai berdampak besar. Pengunjung Pantai Lombang jadi sepi. Bahkan, terjadi sejak beberapa hari terakhir. ”Biasanya kalau momen Natal dan tahun baru itu ramai, tapi sekarang tidak,” kata dia kepada RadarMadura.id Selasa (1/1).

Menurut Anwar, menurunnya pengunjung Pantai Lombang sangat drastis. Dia memperkirakan, pengunjung pada momen Tahun Baru 2019 paling banyak 2 ribu wisatawan. Sementara pada tahun sebelumnya bisa mencapai antara 4–5 ribu wisatawan. ”Kalau libur tahun baru sekarang, paling 2 ribu wisatawan dan mentok 3 ribu pengunjung,” ujarnya.

Meski demikian, pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Lombang tetap sesuai target. Tahun ini ditarget Rp 130 juta. Namun, perolehan terakhir sudah mencapai Rp 200 juta. ”Target kita sebenarnya sudah lebih. Alhamdulillah pokoknya,” ucapnya.

Hanya, yang dikhawatirkan adalah pihak ketiga. Sebab, sejak 23 Desember hingga 1 Januari 2019, pengelolaan Pantai Lombang sudah dikontrakkan kepada Forum Pencinta Wisata Pantai Lombang (FPWPL) sebesar Rp 30 juta.

”Sudah bayar di depan Rp 30 juta. Tapi, FPWPL itu sepertinya rugi. Kalau melihat kondisi pengunjung seperti sekarang,” tuturnya.

Selama 10 hari ini, tidak tampak ada peningkatan. Itu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ”Semoga saja perolehan FPWPL ini bisa lebih dari Rp 30 juta. Karena memang untuk tahun ini cukup sepi,” terangnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Imran mengatakan, yang terpenting pendapatan dari Pantai Lombang tetap mencapai target. Dikontrakkan atau bagaimana, itu urusan UPT yang mengelola. ”UPT lebih paham. Pokoknya target bisa tercapai,” katanya. 

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia