Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Polisi Razia Hotel, Kafe, hingga Rumah Kos

31 Desember 2018, 13: 01: 56 WIB | editor : Abdul Basri

NIHIL TEMUAN: Petugas gabungan melakukan razia di sebuah kafe di Kota Sampang, Sabtu malam (29/12).

NIHIL TEMUAN: Petugas gabungan melakukan razia di sebuah kafe di Kota Sampang, Sabtu malam (29/12). (POLRES SAMPANG FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Petugas gabungan dari Polres dan Kodim 0828/Sampang menggelar razia peredaran gelap narkoba dan minuman keras (miras) di sejumlah hotel, kafe, dan rumah kos, Sabtu malam (29/12). Razia yang dipimpin Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman itu dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun.

Razia tersebut menerjunkan 35 personel yang terdiri dari satuan narkoba, sabhara, intel, provos, dan TNI. Mula-mula petugas mendatangi sebuah kafe di Jalan Agus Salim. Di kafe tersebut petugas memeriksa dua ruangan. Yakni, ruangan di lantai dasar dan lantai yang menjadi tempat karaoke. Bagian kasir atau pelayanan juag diperiksa. Hasilnya, petugas tidak menemukan miras di kafe itu.

Petugas melanjutkan penyisiran ke sejumlah rumah kos di wilayah kota yang selama ini terindikasi dijadikan tempat mesum pasangan di luar nikah. Di antaranya, kosan di Jalan Makboel, Syamsul Arifin, dan di Jalan Diponegoro. Hasilnya, petugas juga tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan dan melanggar peraturan.

Petugas bergerak ke sejumlah hotel di Sampang. Mulai dari Hotel Rahmat, Hotel Bahagia, PKPRI, hingga Hotel Panglima. Di hotel-hotel tersebut petugas memeriksa semua tamu yang menginap. Petugas meminta semua tamu hotel keluar kamar dan menunjukkan kartu identitas atau KTP.

Di Hotel Bahagia, petugas mencurigai tiga orang tamu yang terdiri dua remaja dan satu dewasa. Tiga orang itu kemudian dilakukan tes urine. Hasilnya, negatif narkoba.

 Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyampaikan, razia hotel, kafe, dan rumah kos dilakukan berdasarkan perintah dari Polda Jawa Timur (Jatim) dalam rangka pengamanan menjelang pergantian tahun. Juga sebagai upaya antisipasi peredaran gelap narkoba, miras, dan sejumlah aktivitas yang melanggar peraturan.

”Ini semua demi menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan di Sampang agar pada saat malam tahun baru masyarakat merasa aman dan tenteram,” ucapnya. Budi mengatakan, razia kafe dan rumah kos dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan kafe dan kosan tersebut. Warga mencurigai kafe dan kosan menyediakan miras dan dijadikan tempat mesum.

”Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kami tidak menemukan barang bukti miras. Sebagian rumah kos juga sepi karena tidak ada penghuninya,” ungkap dia.

Razia hotel dilakukan karena sebelumnya para tamu yang menginap terindikasi pernah menggunakan narkoba. Namun dari hasil pemeriksaan tes urine, tidak ada seorang pun yang positif menggunakan atau mengonsumsi barang haram tersebut. ”Kami bersama pihak terkait akan terus menggelar razia guna menjaga stabilitas kantibmas di wilayah Sampang serta memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres meminta kepada para pemilik atau pengelola hotel lebih ketat mengawasi semua tamu yang datang menginap. Misalnya, meminta KTP dan bukti surat nikah. Apabila ada tamu yang mencurigakan, segera melapor kepada petugas.

”Kami berupaya menekan semua yang berkaitan dengan peredaran narkoba dan miras. Tapi, kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.

(mr/nal/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia