Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Madura Events

Ketangguhan Santri hingga Celoteh Jalanan

28 Desember 2018, 11: 38: 13 WIB | editor : Abdul Basri

FOTO BERSAMA: Dari kiri, tiga peserta yang beruntung mendapatkan helm, Wakil Ketua Panitia Kiai Ali Faruq, K. M. Faizi, Kasatlantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih, Kasatlantas Polres Sumenep AKP Dedi Eka Aprianto, dan Korlip JPRM Lukman Hakim AG.

FOTO BERSAMA: Dari kiri, tiga peserta yang beruntung mendapatkan helm, Wakil Ketua Panitia Kiai Ali Faruq, K. M. Faizi, Kasatlantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih, Kasatlantas Polres Sumenep AKP Dedi Eka Aprianto, dan Korlip JPRM Lukman Hakim AG. (RadarMadura.id)

SUMENEP – Rangkaian Ludruk Santri Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Sumenep bersama Kanca Kona Kopi (KKK) dan Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) masih berlanjut. pada hari kedua Kamis (27/12) digelar diskusi berjatuk Santri Bicara Ekonomi.

Panitia menghadirkan Direktur UJKS PP Annuqayah K. Zamiel el-Muttaqien sebagai narsumber. Dia mengatakan, santri itu memeliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang besar. Sebab, proses belajar santri di pesantren menjadi pribadi yang tangguh. Santri itu sangat kuat dalam hal apa pun. 

Menurut dia, ketangguhan itu adalah modal dasar untuk menjadi wiraswasta. Ketangguhan sabar dan disiplin sangat bagus diterapkan santri dalam memulai usaha. ”Kalau santri dikawinkan dengan entrepreneur, itu sangat luar biasa nanti,” katanya.

Setelah Asar, lanjut bedah buku Celoteh Jalanan karya K. M. Faizi. Selain penulis, panitia menghadirkan Kasatlantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih yang didampingi Kasatlantas Polres Sumenep AKP Dedi Eka Aprianto. Diskusi pada sesi kedua ini peserta lebih antusias. Bahkan, ada penanya yang mengulas Celoteh Jalanan sebagai tugas akhir kuliahnya.

Faizi banyak mengungkap hasil pengamatan perilaku berkendara. Bahkan dia menyebutkan pada persoalan yang tidak penting sekalipun. Misalnya, dia menghitung pengendara motor yang tidak menyalakan lampu belakang atau menghitung nada klakson.

Sementara itu, Imam banyak memberikan materi seputar keselamatan berkendara. Dia mencontohkan penggunaan helm ketika berkendara. ”Pakai helm itu bukan hanya soal kewajiban. Helm itu jadi pelindung keselamatan saat berkendara,” katanya.

Hari ini Jumat (28/12) diskusi dilanjutkan dengan tema politik pada pukul 14.00. Panitia menghadirkan pakar politik UGM Abd. Ghaffar Karim sebagai narasumber. Pergelaran Ludruk Santri akan berlangsung hingga Sabtu (29/12). 

(mr/daf/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia