Jumat, 15 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Liga 1 dan 2 Bergulir setelah Pilpres

26 Desember 2018, 00: 37: 04 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM TERPIKIR: Salah seorang gelandang Madura FC Bayu Firmansyah ketika tampil di Liga 2 musim 2018.

BELUM TERPIKIR: Salah seorang gelandang Madura FC Bayu Firmansyah ketika tampil di Liga 2 musim 2018. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2019 baru akan bergulir pasca pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan lagislatif (pileg). Hal itu diungkapkan oleh Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, Risha Adi Wijaya.

Perkiraan kompetisi Liga 1 akan mulai bergulir pada April atau Mei 2019. Sementara pemilu akan dilangsungkan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang. Kompetisi tak akan terganggu oleh adanya pilpres.

”Antara akhir April dan Mei. Tapi, ini masih jadi tanda tanya juga. Kami sudah siapkan jadwalnya secara garis besar, akan dimulai kapan dan akan berakhir kapan,” ujar Risha beberapa waktu lalu di Bandung.

Sementara itu, Risha juga tak ingin kompetisi berakhir 2020. Dengan begitu, tim-tim bisa tetap mengikuti ajang Liga Champions Asia dan AFC Cup,yang akan berlangsung pada medio November dan Desember.

Selain itu, PT LIB berencana akan segera bertemu dengan PSSI untuk melakukan rapat evaluasi kompetisi musim 2018. ”Dengan adanya agenda nasional yang lebih besar cakupannya seperti pilpres, tentu kami akan menyesuaikan,” tambah Risha.

Sementara itu, Madura FC yang mendengar berita ini mengaku lebih bersantai. Pasalnya, dengan jeda waktu sekitar tiga bulan, persiapan pun semakin matang. ”Belum persiapan, istirahat dulu. Kami menunggu pilpres, karena liga kan setelah pilpres. Santai saja,” ungkap Januar Herwanto, manajer Madura FC Senin (24/12).

Saat ini pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan karut-marut persepakbolaan tanah air. ”Masih fokus untuk selesaikan masalah mafia bola,” ujarnya. Januar juga berterima kasih kepada media yang banyak membantu timnya dalam menyuarakan permasalahan mafia ini ke ranah masyarakat. ”Tanpa media, kami bagai berteriak di tengah hutan,” tutup Januar. 

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia