Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Sulit Tangkap Bandar Narkoba

Kasatnarkoba Akui Peredaran Terorganisasi

23 Desember 2018, 12: 22: 32 WIB | editor : Abdul Basri

Sulit Tangkap Bandar Narkoba

Share this      

SAMPANG – Kinerja aparat Polres Sampang patut dipertanyakan. Sebab, hingga saat ini pengembangan kasus menggagalkan sabu-sabu seberat 8,750 kilogram pada Agustus 2017 jalan di tempat. Bandar narkoba berinisial S, warga Kecamatan Sokobanah yang masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) tak kunjung terlacak.

Kasus tersebut sudah menyeret dua orang. Mereka bernama Faisol, 31, warga Desa Taman, Kelurahan Mengok, Kecamatan Pujer, Bondowoso. Seorang lainnya Misbah bin Rahman, 37, warga Dusun Lebak Tengah, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Mereka sudah menjalani persidangan. Hakim juga sudah menjatuhkan vonis. Faisol diganjar 19 tahun penjara dan Misbah 17 tahun penjara. Awalnya korps berbaju cokelat melakukan penangkapan terhadap dua orang di Jalan Raya Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, pada Jumat (25/8/2017). Mereka menggunakan Honda HR-V putih L 1787 CF. Barang haram yang dibawa berasal dari Jambi.

Kasatnarkoba Polres Sampang AKP Arief Kurniady mengatakan, pihaknya terus mengejar DPO bandar narkoba. Akan tetapi, sampai saat ini kesulitan dan belum menerima informasi valid keberadaannya. ”Tapi kami terus melakukan pengejaran,” ucapnya kepada RadarMadura.id Sabtu (22/12).

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menambahkan, jika sudah menetapkan seseorang sebagai DPO, pihaknya melaporkan ke Polda Jatim selain ke jajaran Polsek se-Sampang. Informasi terakhir yang diterima pihaknya belum valid. Bahkan, seminggu setelah kejadian penangkapan Faisol dan Misbah, pihaknya melakukan upaya paksa menggeledah kediaman terduga. ”Kami masih dalam rangka penyelidikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut pria asal Pamekasan itu, peran serta pihaknya dalam pemberantasan kasus narkoba melakukan langkah preventif dan represif. Arief mengaku, penegakan hukum Satresnarkoba Polres Sampang tetap getol. Para budak narkoba diakui terorganisasi. Mereka juga menyiasati hal-hal yang dilakukan polisi.

”Jadi betul-betul mengantisipasi,” jelasnya. ”Tapi, polisi tidak mau kalah dengan mereka,” imbuhnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia