Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Caleg Ngaku Dibacok Tetangga

23 Desember 2018, 12: 15: 58 WIB | editor : Abdul Basri

Caleg Ngaku Dibacok Tetangga

Share this      

SAMPANG – Tindak kekerasan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sampang. Kali ini korbannya Moh. Huzaini, 30, warga Dusun Saesah, Desa Asem Raja, Kecamatan Jrengik. Calon anggota legislatif (caleg) itu diduga dibacok ketika hendak membeli bakso.

Pembacokan diduga dilakukan Purwanto, 25. Diketahui, terduga pelaku masih bertetangga dengan korban. Insiden pembacokan terjadi Kamis (19/12) sekitar pukul 20.00 di halaman rumah Pak Kom.

Purwanto diduga melakukan pembacokan saat korban hendak membeli bakso. Mulanya, korban diseruduk motor dari arah barat. Korban kaget dan menghindar dengan melompat ke pinggir jalan.

BUAT PENGAKUAN: Moh. Huzaini, warga Kecamatan Jrengik, Sampang. mengaku menjadi korban pembacokan.

BUAT PENGAKUAN: Moh. Huzaini, warga Kecamatan Jrengik, Sampang. mengaku menjadi korban pembacokan. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Korban lalu bertanya kenapa diseruduk. Namun terduga pelaku langsung mengeluarkan celurit dan berusaha menyabet korban hingga tiga kali. ”Sabetan pertama, saya mencoba menangkis. Namun mengenai ibu jari saya hingga sobek dan dijahit delapan jahitan,” tutur Huzaini selaku korban Sabtu (22/12).

Tidak berhenti di situ, terduga pelaku kembali menyabetkan celuritnya. Tapi korban bisa menghindar. Pada sebetan terakhir, korban berhasil memegang tangan terduga pelaku hingga celurit berhasil direbut.

Korban hendak membalas. Tapi ada seseorang yang menendang korban dari belakang. Korban terjatuh mengenai pelaku. ”Celurit yang saya pegang diminta oleh warga yang berada di lokasi. Setelah itu saya pulang,” ujar Huzaini.

Sampai di rumah, saudara korban yakni Moh. Soleh menanyakan kronologi dugaan pembacokan itu. Setelah dijelaskan, Soleh bergegas mendatangi rumah terduga pelaku untuk menanyakan peristiwa tersebut.

”Sesampainya di rumah Purwanto, ternyata dia dan ayahnya sama-sama memegang celurit. Kakak saya mau dibacok tapi meleset karena kakak saya menghindar dan mendorong,” urainya.

”Lalu ada warga yang melerai. Kakak saya pulang dan membawa saya ke Puskesmas Jrengik. Setelah itu saya lapor ke polsek,” imbuhnya.

Huzaini berharap aparat kepolisian serius menyikapi dugaan tindak kekerasan tersebut. Sebab, Huzaini dan keluarga tidak ada masalah dengan terduga pelaku. Setiap hari Huzaini bertemu dengan terduga pelaku dan ayahnya. ”Kami berharap polisi segera bertindak supaya kasus seperti ini tidak lagi terjadi,” harapnya.

Kapolsek Jrengik Iptu Yusuf Sirait membenarkan insiden dugaan pembacokan yang terjadi di wilayah kerjanya. Menurut dia, terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Jrengik beserta barang bukti berupa celurit. ”Sudah kami proses, dan sudah kami limpahkan ke Polres Sampang,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di ibu jari kiri serta luka memar di tangan kanan dan kaki kanan. ”Sudah kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman.

(mr/hud/rul/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia