Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal
Hari Ini Tim Peneliti Tentukan Sikap

Ingatkan Kasus Penembakan Harus Ditangani secara Profesional

21 Desember 2018, 01: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Ingatkan Kasus Penembakan Harus Ditangani secara Profesional

Share this      

SAMPANG – Berkas perkara penembakan dengan tersangka Idris sedang diteliti oleh Tim Peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Rencananya, hari ini Jumat (21/12) tim peneliti menentukan sikap atas berkas tersebut.

Anton Zulkarnaen, personel tim peneliti mengatakan, pihaknya meneliti berkas perkara Idris sejak Senin (17/12). Pihaknya punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap atas berkas perkara Idris yang dilimpahkan penyidik Polres Sampang.

Kemarin dia belum bisa membocorkan apakah berkas tersebut sudah P21 atau masih P19. Anton Zulkarnaen menegaskan, jika berkas dinyatakan P21, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Jika hasil penelitian menyatakan berkas perkara yang dilimpahkan penyidik polres belum lengkap, akan dinyatakan P19. Pihaknya akan memberikan arahan kepada penyidik polres untuk melengkapi kekurangan berkas perkara itu.

”Yang jelas, pertimbangan kecukupan alat bukti atas pasal yang digunakan penyidik. Ada dua pasal yang digunakan. Yaitu, pembunuhan berencana dan undang-undang darurat,” terangnya.

Pihaknya akan menyatakan sikap atas berkas tersebut lebih cepat, agar proses hukum tersangka Idris segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. ”Kami punya waktu 20 hari untuk menahan tersangka setelah dilimpahkan oleh polisi beserta barang bukti,” pungkas dia.

Kasubbaghumas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo menegaskan, hingga kemarin tersangka Idris masih berada di tahanan polres. Tersangka akan diserahkan ke kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan P21. ”Nanti ada pelimpahan tahap kedua serta pelimpahan tersangka dan barang bukti kalau berkas perkara P21,” ujarnya.

Sementara itu, Salim Segav selaku juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) mengatakan, proses hukum kasus pembunuhan berencana yang melibatkan tersangka Idris harus ditangani secara profesional. Jangan sampai aparat penegak hukum (APH) bermain mata.

Menurut dia, Ikaba se-Indonesia mendukung APH menuntaskan kasus tersebut hingga ke akarnya. ”Kasus ini dikawal oleh Ikaba. Maka dari itu, kami minta tidak ada permainan dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia