Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Kunjungan Wisman Tak Capai Target

21 Desember 2018, 01: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

LUMAYAN: Sejumlah wisatawan mancanegara mengunjungi museum dan Keraton Sumenep beberapa waktu lalu.

LUMAYAN: Sejumlah wisatawan mancanegara mengunjungi museum dan Keraton Sumenep beberapa waktu lalu. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pemkab menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumenep. Akan tetapi, jumlah kunjungan wisman jauh dari ekspektasi. Hingga November 2018, baru 2.500 wisman yang datang ke Kota Keris.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep Imam Buchori mengatakan, kunjungan wisman setiap bulan hanya berjumlah ratusan orang. Pada Januari ada 175 orang wisman yang datang ke bumi Arya Wiraraja. Februari ada 151 wisman; Maret 116 wisman; dan April 137 wisman.

Memasuki Mei, kunjungan wisman mengalami peningkatan. Saat itu kunjungan wisman mencapai 472 orang. Kemudian, Juni 166 wisman; Juli 276 wisman; Agustus 130 wisman.

Kunjung wisman kembali meningkat pada September. Ada 538 wisman yang berkunjung ke Sumenep pada September lalu. Selanjutnya pada Oktober sebanyak 283 wisman dan November 145 wisman.

”Selama sebelas bulan, dari Januari–November, kunjungan wisman mencapai 2.500 orang. Untuk yang bulan Desember belum direkapitulasi,” jelas Imam Buchori Kamis (20/12).

Kunjungan wisman memang tidak mencapai target. Tapi untuk wisatawan nusantara tahun ini melebihi target. Dari target satu juta kunjungan wisatawan nusantara, yang tercapai 1,1 juta lebih.

”Yang 1,1 juta lebih itu hingga per November. Angkanya bisa bertambah untuk kunjungan Desember ini,” tegasnya.

Kepala Disparbudpora Sufiyanto mengakui bahwa kunjungan wisman tidak mencapai target. Beberapa faktor menjadi penyebab tidak tercapainya kunjungan wisman. Di antaranya insiden bom Surabaya, gempa Lombok, dan gempa Sapudi.

Menurut dia, fenomena alam turut menjadi faktor penyebab minimnya kunjungan wisman. Hal ini tidak hanya berlaku untuk Sumenep. Kunjungan wisman ke tempat-tempat wisata lainnya di luar daerah mengalami penurunan.

Untuk diketahui, target kunjungan wisman ke Sumenep berubah-ubah. Pada awal 2018 lalu, Sufiyanto menyebut target wisman 15 ribu orang. Tapi begitu memasuki pertengahan tahun, targetnya turun menjadi 10 ribu wisman. Belakangan Sufiyanto malah menurunkan angka target kunjungan menjadi 5 ribu wisman.

Berapa pun angka yang ditargetkan, tahun ini kunjungan wisman tidak mencapai target. Jika pun disparbudpora menyebut menargetkan 5 ribu pengunjung akan sulit terpenuhi. Sebab, saat ini angkanya masih separo dari target yang ditetapkan.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia