Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Bekuk Tersangka Kasus Pencabulan

17 Desember 2018, 01: 32: 34 WIB | editor : Abdul Basri

Bekuk Tersangka Kasus Pencabulan

Share this      

SAMPANG – Fauzi bin Amsar, 21, warga Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Sampang, tak berkutik saat ditangkap tim Unit PPA Polres Sampang. Tersangka kasus pencabulan itu dibekuk sekitar pukul 12.30 di area Terminal Bungurasih, Surabaya, Minggu (16/12).

Pemuda yang akrab dipanggil Fauzi itu ditangkap karena diduga melakukan pencabulan terhadap LA (inisial), 16, warga Kabupaten Mojokerto. Aksi bejat tersangka dilakukan pada Januari 2018 di rumahnya.

Kasubbaghumas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan, aksi Fauzi tersebut baru dilaporkan ke UPPA Polres Sampang pada 27 September. Pemburuan terhadap Fauzi terus dilakukan.

TAK BERKUTIK: Tim Unit PPA Polres Sampang menangkap tersangka kasus pencabulan di Terminal Bungurasih, Surabaya.

TAK BERKUTIK: Tim Unit PPA Polres Sampang menangkap tersangka kasus pencabulan di Terminal Bungurasih, Surabaya. (UNIT PPA FOR RadarMadura.id)

Tersangka sempat melarikan diri ke wilayah Surabaya. Tapi, Tim UPPA Polres Sampang yang dipimpin langsung oleh Kanit UPPA Polres Sampang Aiptu Sujianto tetap berhasil menangkap tersangka. ”Sekarang tersangka sudah kami tahan di mapolres. Sekitar tiga bulan tersangka jadi buronan kami,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kasus kekerasan terhadap anak tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. ”Tahun ini penanganan kasus anak lebih banyak. Tersangka yang ditangkap juga banyak,” ujarnya.

Dia berharap, pengawasan orang tua terhadap anak dimaksimalkan. Agar kasus kekerasan terhadap anak, baik berupa kekerasan seksual maupun yang lainnya tidak terjadi lagi. ”Peningkatan kasus kekerasan terhadap anak ini harus menjadi atensi pemerintah juga,” pungkasnya.

Tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia