Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Jadi PNS Harus Petuhi Kode Etik

17 Desember 2018, 01: 12: 27 WIB | editor : Abdul Basri

Jadi PNS Harus Petuhi Kode Etik

Share this      

SAMPANG – Seleksi kompetisi dasar (SKD) dan seleksi kompetisi bidang (SKB) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah selesai. Khusus formasi honorer kategori dua (K-2) mendapat porsi spesial. Mereka yang lulus SKD langsung dinyatakan lulus tanpa mengikuti SKB.

Tahun ini Pemkab Sampang mendapat jatah formasi 285 orang. Yakni, 203 orang untuk honorer K-2, tiga orang untuk cum laude, satu orang untuk disabilitas, dan sisanya untuk umum. Sementara pelamar berjumlah 1.191 orang. Perinciannya, untuk tahap verifikasi 437 orang, memenuhi persyaratan 724 orang, dan 30 orang tidak memenuhi syarat.

Mereka yang lolos seleksi CPNS 1.605 orang. Sementara pada tes SKD hanya dihadiri 1.464 orang karena 141 orang tidak hadir tanpa alasan. Dengan begitu, ratusan orang tersebut dinyatakan gugur.

Kabid Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Suyono mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu hasilnya. Sebab, semua ditangani panitia seleksi nasional (panselnas). ”Kalau SKD lulus, berarti sudah lulus bagi yang honorer K-2,” jelasnya.

Honorer K-2 yang mengikuti tes CPNS 173 orang. Namun, yang lulus SKD hanya 146 orang. Sementara yang tidak lulus 23 orang. ”Tinggal menunggu pengumuman formasi umum saja,” akunya.

Bagi peserta yang lulus supaya siap mengikuti aturan. Seperti melaksanakan kode etik PNS sesuai PP 53/2010 tentang Disiplin PNS.  ”Harus benar-benar siap menjadi PNS,” pintanya.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Samsul Arifin apresiasi tahun ini ada tes CPNS. Namun, formasinya masih minim. ”Kami berharap bagi yang sudah diterima nantinya meningkatkan kualitas kerja demi Sampang ke depan,” pinta politikus Partai Hanura asal Sokobanah itu. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia