Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Dua Buron Kepemilikan Senpi Tak Terlacak

Tegaskan Berkas Idris Belum Masuk Kejari

15 Desember 2018, 14: 26: 54 WIB | editor : Abdul Basri

BERKAS DILIMPAHKAN: Anggota menggiring tersangka Idris keluar dari sel tahanan polres untuk diperiksa beberapa waktu lalu.

BERKAS DILIMPAHKAN: Anggota menggiring tersangka Idris keluar dari sel tahanan polres untuk diperiksa beberapa waktu lalu. (RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Polres Sampang hingga saat ini belum bisa melacak dua buron kasus kepemilikan senjata api (senpi) jenis Beretta dan pen gun. Mereka adalah Hasan Ambon dan Suli warga Kecamatan Sokobanah.

Kabag Humas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan, polisi hingga saat ini berusaha mengungkap dua orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Suli disebut-sebut sebagai pemilik pen gun oleh tersangka Idris.

Menurut Puji Eko, Suli diduga berada di Malaysia. Meski demikian, penyelidik belum menetapkan Suli sebagai tersangka. Alasannya, belum cukup bukti. Polisi lebih memfokuskan untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon.

Hasan Ambon saat ini diduga sudah melarikan diri ke luar kota menggunakan perahu kecil. ”Lari ke luar kota saja, tapi tidak ke luar negeri,” ungkap Puji Eko Jumat (14/12).

Polres sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran terhadap Hasan Ambon. Selain itu juga terus berkoordinasi dengan masyarakat supaya ikut memberikan laporan jika bertemu dengan DPO. ”Sedang kami kejar. Cuma belum ketemu sampai sekarang,” ujarnya.

Berkaitan dengan berkas tersangka Idris, Puji Eko menegaskan sudah melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang setelah salat Jumat (14/12). Pihaknya masih menunggu hasil analisis berkas dari jaksa.

”Untuk berkas sudah dilimpahkan, tersangkanya belum, masih ditahan di polres,” klaimnya.

Namun, pernyataan Kabaghumas Polres Sampang itu berbeda dengan Kasipidsus Kejari Tulus Ardiansyah. Dia membantah jika berkas tersangka Idris sudah dilimpahkan ke lembaganya.

Menurut Tulus Ardiansyah, sehari kemarin pihaknya tidak menerima berkas kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Idris dari pihak kepolisian. ”Tidak ada. Kami juga menunggu. Kami juga ditanyakan banyak orang,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav berharap polres mempercepat penangkapan terhadap DPO kasus penembakan yang mengakibatkan Subaidi meninggal dunia. Dia yakin, Polres Sampang mengetahui secara pasti keberadaan DPO tersebut.

Salim mendesak supaya segera ditangkap supaya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum semakin tinggi. ”Ekspektasi publik sangat luar biasa. Semoga pada kasus kali ini, DPO ini tidak lolos lagi, karena publik menilai DPO ini kebal hukum,” harapnya.

(mr/onk/rus/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia