Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Pembacokan Menyerahkan Diri

15 Desember 2018, 13: 55: 43 WIB | editor : Abdul Basri

Pelaku Pembacokan Menyerahkan Diri

Share this      

BANGKALAN – Pelaku yang diduga kuat membacok Jasuli, 38, warga Desa Larangan Sorjan, Kecamatan Klampis, Bangkalan, menyerahkan diri ke polisi. Pelakunya adalah Candra Abdul Muchlis, 44, yang tercatat masih satu desa dengan korban.

Kanitreskrim Polsek Klampis Bripka M. Nurcahyono mengutarakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membacok Jasuli lantaran tidak terima korban menggoda mantan istrinya. Akibat perbuatannya, pelaku mendekam di ruang tahanan Polsek Klampis.

”Dijerat pasal 351 KUHP ayat 2 tentang Penganiayaan,” ungkap dia Jumat (14/12).

Nurcahyono menceritakan, pembacokan yang dilakukan Candra kepada Jasuli terjadi pada Rabu (12/12) pukul 23.00. Saat itu, Jasuli duduk di samping rumahnya lalu didatangi Candra. Tanpa basa-basi pelaku menyabetkan celurit kepada korban.

Sabetan celurit mengenai paha kiri korban. Saat berbalik badan untuk melarikan diri, pelaku kembali menyabetkan senjatanya ke arah Jasuli. Sabetan kedua mengenai bahu kiri, akibatnya korban tersungkur.

Melihat Jasuli sudah tidak berdaya, pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di paha kiri sepanjang 3 sentimeter dan bahu kiri hampir mengenai leher sepanjang 20 sentimeter.

Mendengar laporan kejadian tersebut, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga meminta keterangan korban yang sudah dilarikan ke puskesmas setempat.

Berbekal keterangan korban, polisi langsung mengetahui bahwa pelaku adalah Candra Abdul Muchlis. ”Korbannya kan masih hidup, jadi dia tahu,” ujarnya.

Polisi sudah mendatangi rumah orang tua pelaku. Tujuannya, meminta pelaku dibujuk agar menyerahkan diri. ”Dia datang ke kantor (Polsek Klampis, Red) untuk menyerahkan diri,” bebernya.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan barang bukti berupa celurit yang digunakan untuk membacok korban dan sarung yang dikenakan korban, serta sandal jepit berwarna kuning yang ada bercak darah. ”Korbannya sudah mulai membaik,” tandasnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia