Rabu, 26 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

APK Tak Kelar Rugikan Parpol

15 Desember 2018, 13: 37: 24 WIB | editor : Abdul Basri

APK Tak Kelar Rugikan Parpol

Share this      

PAMEKASAN – Tahapan pemilihan umum (pemilu) di Pamekasan tidak berjalan lancar. Pendistribusian alat peraga kampanye (APK) kepada partai politik (parpol) peserta pemilu tak kunjung digelar. Keterlambatan tersebut membuat pengurus partai berang.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Pamekasan Ismail mengatakan, masa kampanye dimulai September lalu. Tetapi, APK belum didistribusikan hingga saat ini. Padahal, KPU Pamekasan bertanggung jawab mengadakan alat peraga kampanye itu.

Secara nonmateri parpol merasa dirugikan. Sebab, sosialisasi kader yang maju di pileg mendatang tidak berjalan optimal. Akibatnya, pengenalan kader partai kepada masyarakat sedikit terhambat.

Sementara pemilu berbeda dengan pilkada. Masyarakat mengenali calon pada pemilu lebih sulit dibanding mengenali calon bupati dan wakil bupati. Sebab, caleg sangat banyak dan masyarakat tidak hanya butuh mengenai foto calon.

Masyarakat juga harus mengenali nomor urut parpol serta nomor urut dan foto masing-masing calon. Seharusnya, sosialisasi melalui APK itu dilakukan sejak awal pembukaan masa kampanye. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih detail mengenal kontestan politik.

Demokrat mendesak agar KPU segera menyelesaikan pengadaan APK. Harapannya, sosialisasi kepada masyarakat lebih optimal. ”Jelas kami dirugikan, meski kerugiannya nonmateri,” katanya kemarin (14/12).

Ismail sangat menyayangkan lambatnya pengadaan APK itu. Mengingat, waktu terus berjalan. Sampai pertengahan Desember, belum ada kejelasan kapan alat peraga itu bakal diberikan.

Menurut dia, terlalu banyak waktu yang terbuang. Waktu efektif penggunaan APK itu juga sangat singkat karena distribusinya molor. ”April sudah pemilu, kalau baru didistribusikan akhir Desember, berarti waktu efektifnya hanya tiga bulan,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Budhi Prayitno. Menurut dia, KPU tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Apa pun alasannya, seharusnya distribusi APK itu sesuai dengan jadwal masa kampanye.

Idealnya, sebelum memasuki masa kampanye, pengadaan APK tuntas. Dengan demikian, pada waktu kampanye dibuka, masing-masing parpol bisa memasang alat peraga di tempat yang diinginkan.

Hingga pertengahan Desember, distribusi APK belum ada kejelasan. Padahal, beberapa waktu lalu, KPU berjanji akan mendistribusikan alat peraga itu maksimal pertengahan Desember. ”Kinerja pengadaan ini lambat,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setkab Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, sebagian APK selesai dicetak. Bahkan, dikirim ke KPU dengan alasan percepatan pendistribusian. Tetapi, dia mengakui bahwa pengadaan alat peraga itu belum tuntas. Sesuai dengan kontrak, saat sekarang masih tahap pengadaan.

”Kalau ada yang sudah selesai, kami kirim (ke KPU). Kalau jumlahnya belum diketahui karena berita acara serah terima baru ditandatangani setelah APK selesai secara keseluruhan,” katanya.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah menyampaikan, pengadaan APK itu dikerjakan LPBJ Setkab Pamekasan. Tugas KPU selesai saat permintaan persetujuan desain sebelum cetak dilakukan. Kemudian, akan kembali bertugas pada saat pendistribusian. ”Sekarang masih di pengadaan,” katanya.

Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, dugaan kelalaian KPU dalam melaksanakan tugas pengadaan itu ditangani Bawaslu Jatim. Lembaga pengawas tingkat regional itu yang bakal meminta klarifikasi kepada pihak terkait.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia