Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tahan Oknum Debt Collector

14 Desember 2018, 06: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Polisi Tahan Oknum Debt Collector

Share this      

PAMEKASAN – Kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah debt collector terhadap kuasa debitur PT Adira Multi Finance menemui benang merah. Polisi menahan salah satu juru tagih yang diduga melakukan penganiayaan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengatakan, pengusutan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan debt collector dilakukan secara profesional. Polisi menahan juru tagih yang diduga kuat terlibat penganiayaan.

Yakni, Muhammad Sahir, 45, warga Dusun Tengah, Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Kota Pamekasan. Polisi memiliki cukup bukti untuk menetapkan juru tagih yang bekerja sama dengan PT Adira Multi Finance itu sebagai tersangka.

Hari menjelaskan, Rabu (12/12) sekitar pukul 17.00 polisi memanggil Muhammad Sahir untuk diperiksa sebagai saksi kasus tersebut. Hasil penyelidikan, penyidik menemukan cukup bukti bahwa pria tersebut terlibat aksi penganiayaan.

Korps Bhayangkara kemudian menaikkan status Muhammad Sahir dari saksi menjadi tersangka. Dia dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. ”Setelah ditetapkan sebagai tersangka, oknum debt collector itu langsung kami tahan,” tegas hari Kamis (13/12).

Muhammad Sahir menjadi tahanan Polres Pamekasan selama 20 hari ke depan. Penyidikan terus dilakukan. Jika dalam waktu 20 hari penyidikan belum tuntas, masa penahanan akan diperpanjang.

Hari menyampaikan, pemeriksaan terhadap saksi terus dilakukan. Jika ditemukan ada orang lain yang juga terlibat, polisi tidak segan melakukan penahanan. Tindak pidana akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mantan Kasatpol Air Polres Sampang itu menyatakan, polisi tidak main-main menindak debt collector nakal. Bagi dia, apa pun alasannya, tidak diperkenankan juru tagih swasta menarik kendaraan kreditan di jalanan. Apalagi sampai melakukan aksi kekerasan.

Jika ada debt collector yang melakukan aksi kekerasan, polisi akan bertindak tegas. Bagi nasabah perusahaan leasing, jika dicegat di jalanan oleh juru tagih swasta, diimbau agar tidak diladeni.

Kendaraan yang dimiliki jangan diberikan kepada juru tagih. Jika ada tindakan kurang menyenangkan, atau sampai terjadi kekerasan, disarankan untuk melapor ke polisi. ”Kami siap melayani masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, Sabtu (8/12) lalu polisi menahan Mustafa, kuasa debitur PT Adira Finance yang pembayarannya menunggak dua bulan. Pria yang juga bekerja sebagai debt collector itu diduga turut terlibat aksi penganiayaan.

Kasus penganiayaan bermula ketika sejumlah juru tagih swasta hendak mengamankan Mobil Innova dengan nopol M 1046 AF di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu. Upaya mengamankan mobil itu ditentang oleh Mustafa.

Mustofa mengaku sebagai pemegang kuasa pemilik mobil untuk mengurus proses pelunasan. Namun, debt collector enggan menanggapi penjelasan Mustafa. Cekcok berujung saling pukul pun terjadi.

Mobil kreditan tersebut milik Bambang Hairuddin, warga Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan. Juru tagih hendak mengamankan mobil tersebut lantaran pemiliknya menunggak membayar tagihan kepada PT Adira Multi Finance selama dua bulan.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia